Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
RIM Akhirnya Mendua

RIM Akhirnya Mendua


- detikInet

Jakarta - Pesona ranah komputer tablet akhirnya meruntuhkan kesetiaan Research In Motion (RIM) terhadap handset BlackBerry. Vendor asal Kanada itu pun 'mendua', tak lagi menempatkan BlackBerry sebagai the special one.

Padahal, ketika ajang World Enterprise Symposium 2010 yang berlangsung di
Orlando, Amerika Serikat April lalu, petinggi RIM sudah menegaskan jika mereka hanya akan fokus menggarap BlackBerry.

"Kami hanya akan fokus untuk mengembangkan BlackBerry. Tidak ke produk lain," ujar Mike McAndrews, Vice President Product Marketing RIM, kepada detikINET kala itu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebab menurut Mike, kesuksesan BlackBerry di ranah smartphone salah satunya
ditentukan oleh fokus RIM dalam menentukan arah bisnis perusahaan. Maksudnya, RIM hanya berkonsentrasi untuk bagaimana mengembangkan Blackberry. Mulai dari aplikasi, hardware, layanan, hingga model bisnis.

"Tidak seperti perusahaan lain, kami tidak memiliki diferensiasi produk, hanya bagaimana untuk mengembangkan BlackBerry," tukasnya.

Jadi intinya, kata Mike, daya upaya dan sumber daya yang dimiliki RIM sepenuhnya akan dicurahkan untuk 'anak' semata wayangnya, BlackBerry.

Boleh saja Mike berkata demikian, namun itu dulu, ketika industri tablet PC masih tertidur. Tapi sekarang, bisnis tablet sudah mulai terbangun dari tidur panjangnya setelah dihentak oleh aksi iPad Apple.

Tak butuh waktu lama, beragam tablet PC dari merk berbeda pun langsung bersahutan meramaikan pasar. Mulai dari MSI, Dell, Huawei, HP, Samsung dan masih banyak lagi. Mereka seakan tak rela membiarkan Apple bermain sendiri di pasar tablet yang baru mulai tumbuh ini.

Dan kini, giliran RIM yang bereaksi. Sejatinya, desas-desus bakal terjunnya RIM ke pasar tablet sudah terendus lama. Hanya saja waktu itu nama yang santer terdengar adalah BlackPad, bukan PlayBook seperti yang sudah resmi diumumkan oleh Mike Lazaridis, co-CEO RIM.

Dari sisi piranti lunak, PlayBook akan menggunakan sistem operasi BlackBerry
Tablet OS berdasarkan arsitektur micro-kernel QNX Neutrino. PlayBook sudah
mendukung Flash 10.1, WebKit dan HTML 5, OpenGL (untuk grafis 3D seperti pada game), Adobe Mobile AIR, Adobe Reader, Java, POSIX dan BlackBerry WebWorks.

Media yang bisa diputar di PlayBook termasuk video hingga resolusi 1080p High
Definition. Formatnya, mencakup H.264, MPEG, DivX dan WMV. Sedangkan audionya
mencakup MP3, AAC dan WMA.

Melihat spesifikasi yang ditawarkan, PlayBook memang cukup menjanjikan. Namun tetap saja, RIM masih harus menunjukkan secara sahih kemampuan mereka. Terlebih untuk urusan layar sentuh, mereka masih belum teruji.

Ya, kita lihat saja bagaimana aksi RIM dengan PlayBook-nya. Mampukah mereka
menandingi iPad Apple dan kembali menorehkan fenomena layaknya BlackBerry?

(ash/rns)





Hide Ads