Menurut Lars Lorentzen, Head of Sales Business Solutions NSN Sub Region Indonesia, proposal akuisisi yang diajukan NSN kini masih dalam tahap penyelesaian. Diharapkan, transaksi tersebut akan rampung pada akhir 2010.
Akuisisi ini dikatakan dapat memperkokoh posisi NSN secara signifikan dalam menyediakan solusi dan layanan jaringan telekomunikasi. Tak terkecuali untuk menawarkan layanan baru yang sebelumnya sudah dimiliki Motorola.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Khusus di bisnis CDMA, Motorola telah berkiprah dengan 30 jaringan aktif di 22 negara, serta memiliki base yang terinstal di lebih dari 80 jaringan aktif di 66 negara. Selain itu, Motorola juga mengklaim memiliki daya tarik bagi para operator yang siap mengadopsi LTE.Β Β
Berbagai kemampuan Motorola inilah yang dikatakan Lorentzen dapat dibawa ke Indonesia. "Kami masih melihat dan mencari peluang itu (termasuk untuk menawarkan solusi CDMA di Indonesia-red.)," ujarnya, ketika berbincang dengan beberapa wartawan di Restoran Bunga Rampai, Jakarta.
Namun, Lorentzen belum dapat menjamin kepastian rencana ekspansi ini. Sebab, pihaknya juga masih menunggu komando dari kantor pusat NSN sembari menanti proses akuisisi NSN atas Motorola ini selesai.
"Kami sedang menyiapkan tim khusus untuk memfinalisasi proses akusisi ini, semoga akhir 2010 sudah rampung. Dan untuk rencana ekspansi di Indonesia, kami juga masih menunggu proses akuisisi tersebut," tukasnya.
Setelah merampungkan transaksi, sekitar 7.500 karyawan Motorola disinyalir akan bergabung dengan NSN, termasuk sejumlah gedung research & development (R&D) Motorola di AS, Tiongkok, dan India.
Dan walau mayoritas asetnya telah dimiliki NSN, Motorola tetap mempertahankan bisnis Integrated Digital Enhanced Network (iDEN), seluruh paten yang berhubungan dengan bisnis jaringan serta beberapa aset. (ash/rns)