Hurd tersandung isu tak sedap ini dengan seorang wanita yang dulunya pernah menjadi marketing kontraktor HP pada akhir 2007 hingga 2009 lalu.
Pihak internal HP sendiri sejatinya telah melakukan penyelidikan atas kabar pelecehan seksual tersebut. Namun dari bukti-bukti yang dikumpulkan, Hurd dinyatakan lolos dari tuduhan itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski demikian tetap saja, masalahnya tak lantas berhenti sampai di situ. Sebab dalam hasil investigasi tersebut, Hurd juga memiliki 'cacat' dan dianggap telah melanggar standar aturan bisnis perusahaan.
Menariknya, pelanggaran yang dilakukan Hurd terkait laporan arus dana perusahaan sehingga membuat wanita si marketing kontraktor -- yang digosipkan menjadi selingkuhannya tersebut -- menerima kompensasi atau reimbursement tanpa melalui aturan seharusnya.
"Dalam penyelidikan yang dilakukan, Hurd menunjukkan kurangnya sikap kehati-hatian dalam melakukan penilaian sehingga merusak efektivitas dalam memimpin HP, dan ia pun sudah mengakui hal itu," ujar HP General Counsel, Mike Holston, dilansir Reuters.
"Saya menyadari ada kasus di mana saya tidak hidup sesuai dengan standar dan prinsip-prinsip kepercayaan, hormat dan integritas yang telah saya anut di HP," timpal Hurd, mengungkapkan penyesalannya.
Pengunduran diri Hurd pun telah diterima oleh jajaran Direksi HP. Posisinya kini untuk sementara digantikan oleh Cathie Lesjak, yang sebelumnya menjabat sebagai Chief Financial Officer HP.
(ash/ash)