Menurut Winny Windiarini, Product Manager Printer Samsung Electronics Indonesia, printer Samsung sejatinya sudah ada di Indonesia sejak 2007 lalu. Namun memang, ia mengakui jika masih banyak konsumen yang belum tahu soal kehadiran Samsung di kompetisi bisnis mesin cetak tersebut.
Terlebih, Samsung hanya mengeluarkan jajaran produk printer laser di Indonesia. Sementara untuk produk inkjet tak dimasukkan. Padahal jika melihat potensinya, 90% pangsa pasar printer di Indonesia masih dikuasai inkjet. Sementara laser hanya disisakan 10%.Β
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Di inkjet kompetisi lebih ketat, dan ini juga lebih ke strategi perusahaan," tukasnya, dalam jumpa pers di FX Plaza, Jakarta, Rabu (23/6/2010).
Mencatat pangsa pasar di 20% pada akhir 2009, membuat Samsung untuk kian percaya diri menatap masa depan. "Pada 2010 ini kami berharap bisa meningkatkan 5-10% pangsa pasar lagi," kata Winny.
Strategi yang dilancarkan Samsung untuk memuluskan misi tersebut adalah dengan mencoba lebih fokus ke pasar printer laser menengah ke bawah. "Sebab 70% pasar printer laser ada di segmen ini," lanjutnya.
Samsung sendiri baru saja mengeluarkan jagoan barunya di segmen low end, yakni ML1660, sebuah printer laser monokrom yang diklaim memiliki ukuran terkecil di dunia. Lewat produk ini, Samsung berharap dapat menggoda para pengguna untuk beralih dari printer inkjet ke laser. (ash/rns)