Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
90.000 UKM Diberdayakan Lewat Teknologi

90.000 UKM Diberdayakan Lewat Teknologi


- detikInet

Jakarta - Para pebisnis skala usaha kecil dan menengah (UKM) sejatinya punya banyak kesempatan untuk membesarkan usahanya jika mereka tak dipusingkan dengan besarnya pengeluaran biaya penunjang bisnis seperti teknologi informasi (TI).

Menurut Slamet Riyadi, EGM Telkom Divisi Business Services (DBS), TI sebenarnya sangat diperlukan bagi kalangan UKM untuk membantu proses bisnis mereka agar lebih baik lagi. Namun, kendala keuangan yang terbatas membuat UKM lebih suka mencatatkan transaksi bisnisnya secara manual.

"UKM tak akan habis-habisan untuk business supporting, tentu mereka hanya akan all out untuk core business saja. Itu sebabnya mereka perlu dibantu dengan ketersediaan layanan TI yang tidak memberatkan mereka," jelasnya kepada detikINET, Jumat (18/6/2010).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Langkah untuk memberdayakan UKM dengan TI pun mulai digiatkan Telkom melalui unit bisnis DBS yang dipimpin Slamet. Tercatat hingga pertengahan Juni ini, Telkom DBS sudah memberdayakan 90.000 UKM dengan layanan TI cloud computing yang bisa menghemat biaya investasi dan operasional secara signifikan.

"Mereka (UKM) terus-terusan kami beri pelatihan dan konsultasi tentang bagaimana memperkuat bisnis utama mereka dengan memanfaatkan TI. Upaya ini kami giatkan supaya UKM di Indonesia juga bisa maju seperti UKM di Korea yang kini tumbuh pesat," kata Slamet.

Menurut data Kementerian Koperasi dan UKM, sekitar 30-35 juta UKM di Indonesia diperkirakan belum memanfaatkan keunggulan TI untuk menunjang keberlangsungan bisnis usahanya. Kebanyakan operasional UKM masih menggunakan sistem manual.

Meskipun masih kecil yang dilayani Telkom, namun perlahan angka itu terus tumbuh. Bukan tidak mungkin dalam lima tahun ke depan, seluruh UKM di Indonesia mulai terbiasa menggunakan TI sebagai tulang punggung penopang lini bisnisnya.

Langkah untuk memberdayakan koperasi dan UKM hingga ke seluruh pelosok desa di Indonesia, didukung penuh oleh Dewan Pengurus Pusat Karang Taruna yang baru. Peran Karang Taruna dinilai sangat strategis untuk memajukan daerah karena organisasi ini memiliki jaringan di semua desa dan kelurahan di Tanah Air.

"Kami akan membuka kerja sama dengan berbagai pihak termasuk swasta dengan bertumpu pada potensi di setiap daerah yang berbeda satu dengan yang lain," ujar Ketua Umum Karang Taruna yang baru, Taufan EN Rotorasiko.

Taufan terpilih menjadi Ketua umum Karang Taruna menggantikan Doddy Susanto dalam ajang Temu Karya Nasional (TKN) VI. TKN VI Karang Taruna dibuka oleh Dirjen Pemberdayaan Sosial Kementerian Sosial, Rusli Wahid, dan dihadiri oleh 33 Dewan Pengurus Wilayah Karang taruna tingkat provinsi.

Berdasarkan catatan, hingga Juni 2009, koperasi di Indonesia telah berjumlah 166.155 unit denganΒ  permodalan koperasi aktif yang terdiri dari modal sendiri Rp 27,27 triliun dan modal luar Rp 36,25 triliun dengan nilai volume usaha Rp 55,26 triliun.

Sedangkan Badan Pusat Statistik (BPS) pada 2009 mencatat jumlah UKM di Indonesia sebanyak 520.220 unit. Diperkirakan akan ada 600.000 pelaku UKM baru pada 2010. Sementara dana Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang disalurkan sejak Januari 2008-Januari 2010 sekitar 17,541 triliun rupiah untuk 2,4 juta debitur.

Β 

(rou/rou)






Hide Ads
LIVE