Demikian analisa dari EGM Divisi Business Service (DBS) Telkom, Slamet Riyadi, terkait penggunaan solusi TI di kalangan usaha skala kecil dan menengah (UKM). BPR dikatagorikan masuk perusahaan skala menengah yang butuh TI untuk meningkatkan bisnisnya.
Menurutnya, yang menjadi kendala dari BPR untuk mengadopsi TI adalah faktor anggaran yang terbatas. Namun sebenarnya masalah itu bisa diatasi. Sebab, kata Slamet, ada solusi TI berbasis Cloud Computing yang bisa dimanfaatkan dengan biaya rendah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Di DBS, anggarannya malah cuma 5%. Jelas, ini membuat total cost of ownership jadi lebih rendah. BPR bisa fokus dan lebih agresif pada bisnis utamanya tanpa perlu pusing-pusing mengurusi TI karena sudah ada yang mengelola dari ujung ke ujung," terang Slamet kepada detikINET, Jumat (21/5/2010).
Sistem TI ujung ke ujung (end to end) yang dimaksud mencakup backend seperti server, core application, hingga sistem di front end yang digunakan untuk melayani pelanggan. BPR bisa memilih solusi TI yang diinginkan melalui jasa Cloud Computing dengan berbagai pilihan, semisal platform as a services (PaaS) atau software as a services (SaaS).
Menurut Slamet, DBS sekarang telah melayani sekitar 20 BPR--dengan omzet masing-masing bank minimal Rp 20 miliar--dengan aplikasi khusus yang dirancang untuk segmen bank tersebut. "Saat ini jumlah BPR dengan kategori itu ada sekitar 350 unit. Kami sendiri menargetkan setengah dari jumlah yang ada menjadi pelanggan DBS tahun ini," ungkap dia.
Masih menurut bos DBS, pasar yang masuk dalam kategori services di unit yang dilayani DBS ini memiliki pertumbuhan cukup menjanjikan tahun ini, sekitar 16%-17%. "Kami membagi segmen menjadi manufacturing, trading dan services. Kategori services ini adalah perbankan serta bisnis hospitality seperti hotel. Sementara, manufaktur dan trading belanja TI-nya diperkirakan tumbuh 14% tahun ini,β kata Slamet.
DBS adalah unit bisnis yang dibentuk Telkom dikhususkan untuk mengelola pelanggan bisnis yang sebagian besar merupakan segmen UKM. Pada segmen ini, Telkom akan menawarkan beragam solusi untuk meningkatkan efisiensi pengelolaan bisnis melalui penerapan TI yang tepat.
Beberapa aplikasi Cloud Computing sudah disiapkan Telkom, di antaranya e-UKM, aplikasi untuk BPR, aplikasi untuk pengelolaan koperasi, dan lainnya. Cloud Computing adalah pemanfaatan teknologi internet untuk menyediakan sumber daya komputasi yang bisa dipakai bersama-sama.
Slamet memproyeksi pada 2014 nilai total industri UKM secara nasional akan mencapai Rp 18,6 triliun, melonjak 60,3% dari nilai bisnis UKM di 2010 yang diperkirakan berjumlah Rp 11,6 triliun. Pasar UKM, menurutnya, menanamkan investasi paling besar pada sektor jasa sebesar 57%, perdagangan 20%, dan manufaktur 23%.
DBS sendiri berada di bawah kendali direktorat Enterprise and Wholesale Telkom. Direktorat ini sendiri berkontribusi sebesar 50% bagi pendapatan perusahaan dalam neraca unconsiladated. Sedangkan DBS ditargetkan meraih pendapatan Rp 3 triliun di akhir 2010 nanti. (rou/ash)