Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Pengguna BlackBerry Bisa Lebih Produktif dengan BES

Pengguna BlackBerry Bisa Lebih Produktif dengan BES


- detikInet

Jakarta - Telepon pintar BlackBerry tidak cuma bisa dipasangkan dengan BIS (BlackBerry Internet Service). Ada pula layanan BES (BlackBerry Enterprise Server) yang bisa meningkatkan produktivitas.

Di Indonesia, layanan BIS memang lebih populer ketimbang BES. Pemanfaatan BIS untuk keperluan seperti push email, Facebook, Twitter dan layanan messenger
membuat ketenaran BlackBerry meroket.

Wajar bila layanan BES kurang populer karena memang diperuntukkan untuk pelanggan korporat, bukan pelanggan perorangan. Apalagi, jumlah perusahaan yang memanfaatkan BES di Indonesia juga relatif belum banyak.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hal tersebut diungkapkan Wygen Wong, Technical Account Manager Research In Motion (RIM) South East Asia, kepada beberapa wartawan di Jakarta. Wygen dalam presentasinya memaparkan mengenai perbedaan BIS dengan BES. Ia juga menjelaskan mengenai dua tipe BES, yakni BES Express dan BES Enterprise Server.

"Pada dasarnya BES Enterprise memiliki fitur yang lebih lengkap daripada BES Express, meski keduanya menawarkan fitur keamanan yang sama-sama tinggi," jelas Wygen Wong.

BES adalah perangkat lunak yang memungkinkan dilakukannya sinkronisasi email, kontak dan kalender antara server, workstation dan perangkat bergerak
BlackBerry.

Dengan keberadaan BES, karyawan sebuah perusahaan dapat bertukar email, saling melihat kalender rekan kerja dan serangkaian kegiatan lainnya hanya dengan
sebuah klik di BlackBerry-nya.

"Misalnya, saya saat akan mengadakan meeting dengan rekan kerja saya, saya bisa melihat kapan agenda rekan saya itu kosong. Apabila dia punya agenda tertentu di jam tertentu, saya bisa tahu meski saya tidak bisa tahu detail agendanya bertemu dengan siapa atau di mana," kata Wygen.

BES juga bisa digunakan untuk memangkas proses pengambilan keputusan yang kadang terlalu bertele-tele. Seorang manajer bisa meminta persetujuan atasannya dengan perantara BES.

Untuk melakukan pertukaran informasi dan data tersebut, dipergunakan aplikasi khusus yang reliable dan aman; seperti Microsoft Exchange, Lotus Domino atau
Novell GroupWise.

BES dapat diimplementasikan dengan nyaris seluruh perangkat BlackBerry yang tersedia sekarang. Selain itu, BES juga bersifat scalable alias bisa dipakai
dalam jumlah seberapa pun.

"Anda bisa memakai BES dengan perangkat BlackBerry Pearl, misalnya. BES juga scalable karena bisa dipakai di perusahaan yang punya 100 karyawana hingga
perusahaan yang punya karyawan sampai 100 ribu orang," jelas Wygen.

Di Indonesia, baru sedikit perusahaan yang memanfaatkan BES. Salah satu dari yang sedikit tersebut adalah Coca Cola Indonesia yang menggunakan aplikasi di
atas platform BES untuk pengambilan keputusan, hingga melakukan pengecekan terhadap sales.

Melihat fenomena itu, RIM mengakui bahwa pasar korporat di Indonesia masih sangat besar dan potensial untuk digarap. Namun RIM juga mengakui masih harus
bekerja keras untuk lebih mengenalkan BES.

"Kami masih terus mengolah pasar Indonesia yang memiliki potensi sangat besar," tutur Wygen menyudahi.

(arp/wsh)






Hide Ads