"Para pelaku UKM dan Koperasi selama ini mengalami hambatan dalam mengembangkan usahanya. Beberapa merupakan hal yang klasik, tetapi dengan pemanfaatan TIK yang tepat, beberapa hambatan bisa diatasi," ungkap Executive General Manager Divisi
Hambatan yang sering ditemui para pelaku usaha kelas small and medium enterprise (SME) ini adalah masalah pemodalan, pengelolaan manajemen bisnis, standar mutu produk, kesulitan penetrasi pasar dan promosi, kesulitan distribusi produk, dan belum menggunakan TIK yang tepat.
Β
"Padahal SME ditengarai memiliki kontribusi terhadap Pendapatan Domestik Bruto nasional sebesar 54% selama ini. Jika TIK bisa dimanfaatkan secara tepat tentunya pemberdayaan ekonomi rakyat bisa semakin tinggi," jelasnya.
Berdasarkan catatan di situs Kementerian Koperasi, hingga Juni 2009, koperasi di Indonesia telah berjumlah 166.155 unit denganΒ permodalan koperasi aktif yang terdiri dari modal sendiriΒ 27,27 triliun rupiah dan modal luar 36,25 triliun rupiah dengan nilai volume usahaΒ 55,26 triliun rupiah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
sejak Januari 2008-Januari 2010 sekitar 17,541 triliun rupiah untuk 2,4 juta debitur.
Sektor tertinggi investasi yang dilakukan kalangan SME adalah pada bidangΒ jasa (57%), perdagangan (20%), dan manufaktur (23%).Β
Berangkat dari kenyataan itulah Telkom membentuk unit DBS yangΒ dikhususkan untuk melayani pelanggan bisnis yang sebagian besar merupakan segmen UKM. Pada segmen ini, Telkom akan menawarkan beragam solusi untuk meningkatkan efisiensi pengelolaan bisnis melalui penerapan teknologi komunikasi informasi (ICT) yang tepat.
Inovasi yang disiapkan unit DBS Telkom berupa solusiΒ e-Koperasi dan UKM yang berisikan aplikasi terpadu ERP/SCM untuk pengelolaan bisnis. Modul-modul seperti Point of Sales, Purchasing, Inventory dan Accounting yang memudahkan mengelola bisnis harian secara terpadu. Terakhir penyediaan fasilitas komunikasi bisnis pasar interaktif sesama anggota untuk membuka peluang pasar baru.
SME Center
Slamet menegaskan, langkah Telkom membentuk DBS tidak hanya ingin menawarkan solusi TIK, tetapi memiliki agenda besar lainnya adalah menyukseskan masyarakat berbasis ekonomi mandiri.
Hali itu ditunjukkan dengan membangun SME Center yang akan memberikan klinik solusi bisnis berupa program peningkatan entrepreneurship melalui pola kemitraan. Konsultasi di SME Center yang tersedia pada bidang pemasaran, bisnis, keuangan, dan desain.
SME center juga akan berfungsi sebagai virtual office dan edukasi untuk e-commerce. Rencananya mulai April hingga Desember 2010 akan dibangun 13 SME Center yang berada di seluruh wilayah Indonesia.
"SME Center di akan diresmikan di SMESCO UKM, Jakarta. Ini bukti kami tidak hanya menganggap UKM dan Koperasi sekadar pasar TIK, tetapi kami sebagai mitra untuk memajukan ekonomi rakyat," tandas Slamet.
(rou/ash)