Menurut Adi Hardiana, Product Manager Terminal Departement Huawei Tech Investment,
selama ini ponsel Huawei lebih dikenal sebagai ponsel bundling operator. Itu pun serinya lebih banyak mengusung teknologi CDMA.
"Perbandingan ponsel CDMA dan GSM kami di pasaran bisa 80:20. CDMA yang lebih banyak. Itu sebabnya kami akan lebih serius menggarap pasar ponsel GSM," ujarnya di sela peluncuran dua ponsel GSM terbaru Huawei, di FX Plaza, Jakarta, Rabu (16/12/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kedua ponsel GSM ini sengaja kami rilis di akhir tahun 2009 sebagai brand awareness produk kami dalam menyongsong big campaign 2010," lanjut Adi.
Huawei yang berkeinginan komposisi ponsel CDMA dan GSM miliknya bakal sama besar di pasaran, belum mau menyebut target penjualan yang ingin diraih, baik atas kedua produk terbarunya maupun target penjualan di akhir 2010 nanti.
"Kami tak bisa sebut angka, namun di akhir 2010 nanti target kami menjadi nomor dua di Indonesia. Sekarang kami masih nomor lima. Strateginya seperti apa, tunggu saja kejutannya tahun depan," kata Adi coba berahasia.
Meski tak menyebut secara eksplisit strateginya untuk menjadi produsen ponsel terbesar kedua di Indonesia, namun Huawei mengisyaratkan siap membanjiri pasar dengan ponsel berkemampuan tinggi (high end) dengan harga yang terjangkau (mid to low end).
Huawei pun yakin jajaran ponsel terbarunya nanti akan menggusur pasar ponsel China merek lokal yang saat ini kian banyak di pasaran. "Meski sama-sama dari China, namun produk kami punya banyak keunggulan dari segi kualitas dan brand yang sudah internasional," tandas Adi. (rou/faw)