Hal ini tentunya masuk akal, mengingat rumor bahwa Friendster akan dibeli oleh perusahaan asal Asia, makin santer saja. Friendster sepertinya serius menggarap pasar yang lebih fokus, yakni Asia. Sebab, untuk pasar yang lebih global situs ini sudah jelas ditumbangkan si raksasa Facebook dan MySpace.
Alasan kuat penyempitan target ini juga tak lepas dari data yang dilansir detikINET dari Prnewswire, Jumat (4/12/2009), bahwa 80% dari jumlah pengguna Friendster, adalah mereka yang tinggal di Asia. Kisaran pemakainya antara 16 sampai 24 tahun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam video promosi yang diposting di YouTube, Friendster mengklaim situsnya kini simple, fun dan personal. Selain itu terdapat kuote menarik di mana sang narator mengatakan, "Jika semua orang ada di sana, Whoop de doo (ribet sekali). Aku ingin space-ku sendiri". Di sini, juga sudah gampang terlihat siapa sasaran Friendster melalui penggunaan talentnya yang semuanya berwajah Asia.
Melihat promosi dan persiapan-persiapan seperti di atas, rumor bahwa situs yang didirikan di tahun 2002 ini akan jatuh ke tangan perusahaan Asia, mungkin saja terealisasi. Bahkan besar kemungkinan ia akan bangkit kembali dari 'mati suri'nya. (sha/faw)