Monika Aryasetiawan, Senior Marketing Manager PT Datascript selaku distributor Canon mengatakan, pada setengah tahun pertama di 2009, ada sekitar 530 ribu unit printer inkjet Canon yang terjual di Tanah Air.
"Dari total tersebut, 400 ribu di antaranya merupakan single function printer (SFP), sedangkan sisanya yakni 130 ribuan Multi Function Printer (MFP)," ujarnya kepada beberapa wartawan usai acara buka bersama di Kace Galleria, Jakarta, Kamis (4/9/2009) malam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Proporsi di Indonesia malah pasar SFP 90%, sedangkan MFP cuma 10%. Bisa ditebak, hal ini bergantung dari faktor harga. Di sini kita masih banyak cari produk yang murah. Jadi yang paling laku juga printer yang harganya di bawah Rp 1 jutaan," jelasnya.
Sisa-sisa awan krisis ekonomi juga sempat membuat start bisnis printer tersendat di awal tahun. Beruntung, kata Monika, di awal kuartal II, kondisi pasar mulai bergairah.
9 Printer Anyar
Di tempat yang sama, Canon juga meluncurkan jajaran anyar produk printer inkjet-nya. Tak tanggung-tanggung, ada 9 seri yang dilempar ke pasaran. Di antaranya seri Pixma MP 996, 648, 568, 558, 496, 276, serta 198.
Harga yang ditawarkan pun bervariasi tergantung segmen. Ada yang dibanderol di kisaran Rp 700 ribu sampai Rp 4 juta, yang dibidik untuk kelas high-end.
"9 printer multifungsi yang baru diluncurkan ini ditujukan untuk segmen pasar yang berbeda-beda. Salah satu keunggulan Canon adalah menyediakan berbagai produk unggulan untuk pasar yang berbeda sehinga pengguna diuntungkan dalam pemilihan produk yang tepat sesuai dengan kebutuhan percetakan," pungkas Merry Harun, Direktur PT Datascrip.
(ash/faw)