Riset yang dilakukan Mei 2009, dan disponsori oleh HP tersebut melibatkan 200 pemimpin IT perusahaan di Amerika Utara, Eropa Barat dan Timur, Asia-Pasifik dan Jepang, serta Timur Tengah.
Hasilnya hampir separuh responden ternyata kurang memiliki kekuatan investasi dan tidak memiliki manajemen portfolio, dalam memadukan keputusan investasi IT menjadi prioritas bisnis.Β Β
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Di tengah kriris finansial global ini, IT adalah salah satu aset perusahaan yang harus direncanakan dengan matang. Di dalamnya, termasuk perencanaan, strategi, serta monitoring." ujarΒ Erwin Z.Achir, Director HP Software Technology Solutions Group, kepada sejumlah wartawan di Penang Bistro, Oakwood, Jakarta, Senin (29/06/2009).
Erwin menjelaskan bahwa kini CIO perusahaan ditantang untuk menyesuaikan peran IT bisnis sesuai kebutuhan secara flexibel. "Peran CIO hari ini dituntut untuk menjalankan bisnis mereka di sektor IT. Ia harus pandai mengenai cost of business IT. Lihatlah GeneralMotors. Peran IT akan sangat membantu," imbuhnya.
Lebih lanjut Erwin menambahkan bahwa HP hadir untuk membantu para CIO serta pemimpin IT perusahaan dengan sebuah solusi bisnis. "HP menjanjikan sebuah perangkat, termasuk infrastruktur di dalamnya, mulai dari perencanaan, strategi, serta monitoring," pungkasnya. (faw/faw)