Regina Hutama Poli, Corporate Communications Manager Nokia Indonesia mengatakan, pihaknya sendiri baru mengetahui kabar tersebut dari media massa. Toh jika itu benar, itu merupakan keputusan Nokia Global.
"Itu bukan keputusan Nokia Indonesia, tapi dari global. Tapi sampai sekarang saya gak tahu pasti juga soal rencana tersebut," ujarnya ketika dikonfirmasi detikINET, Kamis (19/2/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kesumiran atau ketidakjelasan soal rencana ini kian membumbung karena sepengetahuan Regina, di internal Nokia sendiri belum ada segelintir obrolan pun terkait rencana pembangunan pabrik mereka di Indonesia.
Maka dari itu, Nokia Indonesia kini sedang melakukaan koordinasi secara internal dulu. "Namun yang pasti, keputusan untuk melakukan investasi di suatu tempat itu merupakan keputusan dari Nokia global, mereka memiliki pertimbangan tersendiri dan tergantung dari banyak faktor," tandasnya.
Sebelumnya, Deputi Menteri Perekonomian Bidang Industri dan Perdagangan Edy Putra Irawady mengatakan bahwa produsen ponsel asal Finlandia itu dan produsen ponsel asal China dan Korea sedang menjajaki kemungkinan membangun pabrik perakitannya di Indonesia.
"Saya dilaporkan bahwa sudah masuk 2 produsen dari China dan satu lagi itu Nokia," katanya disela-sela acara rapat kerja Departemen Perindustrian.
Hal itu bahkan juga diamini Dirjen Industri Alat Transportasi dan Telematika Departemen Perindustrian Budi Dharmadi. Ditemui di tempat yang sama, ia membenarkan bahwa sudah ada beberapa produsen ternama yang menyatakan niatnya untuk investasi membangun pabrik ponsel. Namun saat ini masih tahap penjajakan.
"Semua baru sounding saja, sounding itu baru lihat-lihat belum ada nilai investasi," jelasnya.
(ash/fyk)