Begitulah hasil paparan lembaga riset IDC dalam diskusi terbatas dengan sejumlah media di Hotel Ritz Carlton, Jakarta, Kamis (6/11/2008).
"Kami memprediksikan pertumbuhan TI manufaktur untuk tahun depan sekitar 5%," kata Christoper Holmes, VP Asia Pacific Manufacturing Research IDC Company.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski tak mengungkap rincian untuk pasar piranti lunaknya, namun IDC memerkirakan investasi untuk perangkat keras TI manufaktur di Indonesia bisa melebihi US$ 2,6 miliar hingga lima tahun mendatang.
"Jadi sudah dapat dipastikan, krisis yang terjadi saat ini tidak berpengaruh terhadap belanja TI manufaktur," Cristhoper menegaskan pendapat IDC.
Di kesempatan yang sama, Datacraft, selaku perusahaan penyedia solusi dan layanan TI, membenarkan proyeksi IDC untuk belanja TI di sektor manufaktur. "Krisis saat ini tidak memengaruhi perusahaan kami," kata Tony Murphy, Manufacturing Industry Director, Datacraft Asia Pasifik dan Jepang.
Meski mengaku tak terpengaruh krisis, namun bisa dibilang Datacraft cuma berhasil menggerogoti secuil dari pangsa pasar TI manufaktur yang ada. Dari peluang US$ 630 juta tahun ini, Datacraft cuma bisa mendapatkan 2-3% saja.
"Itu karena kami tidak ikut menjual server, desktop, dan PC. Yang kami jual cuma storage, virtualisasi, sekuriti, dan managed service. Makanya cuma dapat sedikit," tandas Bambang Patrap Yakin, Presiden Direktur Datacraft Indonesia.Β (rou/rou)