Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Hadapi Krisis, Perusahaan Storage Harus 'Jual Murah'

Hadapi Krisis, Perusahaan Storage Harus 'Jual Murah'


- detikInet

Jakarta - Krisis finansial global yang berawal dari Amerika Serikat juga berdampak pada perusahaan storage. Agar bisa bertahan, perusahaan storage diharapkan 'jual murah'.

Demikian prediksi analis perusahaan riset internasional Gartner yang ditemui dalam konferensi pers NetApp Solutions Day di Hotel Ritz-Calton, Kuningan, Jakarta, Rabu (29/10/2008). 'Jual murah' di sini bukan berarti menjadi murahan, namun biaya yang diinvestasikan harus setara dengan hasil yang diberikan.

"Perekonomian di manapun saat ini sedang anjlok. Keadaan seperti ini tidak bisa diketahui sampai kapan akan berakhir. Hanya vendor-vendor storage yang menawarkan cost efective saja yang nantinya akan dipilih oleh costumer," ucap Jimmie Chang, Principal Analyst Storage Gartner.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pelanggan, lanjut Chang, pasti akan mencari sebuah solusi yang murah tetapi membuat mereka puas dengan segala yang ditawarkan oleh perusahaan penyedia solusi-solusi storage. Hal ini termasuk soal perawatan sebuah server yang bisa menghabiskan banyak biaya.

Saat ini pun, banyak perusahaan penyedia solusi storage yang sedang berlomba-lomba. NetApp dalam gelaran NetApp Indonesia Solutions Day 2008 pun mencoba menawarkan solusi yang scalable dan hemat biaya.

Di sisi lain, NetApp tampak masih optimistis dengan pasar storage di Indonesia. "Pasar storage tengah menikmati pertumbuhan yang pesat di Indonesia. Hal ini disebabkan oleh adanya perubahan ke era digital pada hampir seluruh aspek kehidupan kita," tegas Country Manager NetApp Indonesia, Steven Law. (wsh/wsh)





Hide Ads