Gatot Hari Priowirjanto, Direktur Seamolec, mengatakan Jeni Asean Research Center memungkinkan belajar tanpa datang ke lokasi. "Model ini juga bisa untuk pengembangan pendidikan jarak jauh di Indonesia," ujar Gatot.
Pusat riset dan pembelajaran yang diresmikan itu memiliki cakupan 11 negara di Asia Tenggara. Negara-negara itu adalah Indonesia, Singapura, Malaysia, Thailand, Myanmar, Vietnam, Laos, Kamboja, Filipina, Timor Leste dan Brunei Darussalam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jeni pun diharapkan bisa menghasilkan aplikasi edu-mobile-game bagi pengguna di Indonesia. Wibisono juga berharap dengan Jeni dapat menimbulkan peluang-peluang baru di bidang teknologi informasi yang dapat memacu perekonomian di Indonesia.
Jeni Asean Research Center memiliki fasilitas pendidikan Java dan Open Source yang mencakup 10 buah server Sun Ultra dan 20 Workstation. Lokasi gedung itu pun sudah tersedia koneksi nirkabel broadband sehingga bisa menunjang pelatihan berbasis web.
Peresmian Jeni sengaja dilakukan bertepatan dengan Sumpah Pemuda. "Kami mendorong pemuda-pemudi Indonesia untuk menguasai tiga bahasa: Inggris, China dan Indonesia melalui game. Jadi game juga bisa mempersiapkan menghadapi globalisasi," ujar Gatot.
Bagaimana untuk bisa ikut pelatihan di Jeni?
- Pesertanya minimal adalah pelajar SMA atau guru dan karyawan biasa.
- Satu kelas Jeni bisa menampung 10-20 orang.
- Dikenakan biaya Rp 3 juta per orang untuk enam hari pelatihan.
- Situs Jeni bisa diakses di Jeni.Diknas.go.id atau Game.Seamolec.org