βMencapai rekor penjualan 100 juta handset di industri ini jelas hal yang mencuri perhatian. Pencapaian ini bukti keunggulan dari tekonlogi kami dan pengalaman untuk memenuhi kebutuhan rekanan bisnis kami. Saya percaya, ZTE akan terus memainkan peran penting dalam persaingan industri handset untuk 5 tahun ke depan,β kata Hou Weigou.
Vice President ZTE untuk Handset, Xiong Hui lebih tegas menerjemahkan maksud 5 tahun ke depan. Katanya, ZTE berniat untuk bisa menjadi pemain industri handset terbesar ke-5 dunia dalam waktu 2 tahun dan menjadi 3 besar dunia dalam waktu 5 tahun ke depan. Saat ini 3 besar dunia diduduki oleh, Nokia, Samsung dan Motorola.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam kesempatan yang sama, ZTE sekaligus meluncurkan produk ponsel terbarunya, U 990. Ponsel ini sekilas memiliki tampilan serupa dengan i-phone. Ponsel ini merupakan ponsel paling mutakhir yang dimiliki ZTE.
Dalam peta produsen handset dunia, ZTE saat ini berada di peringkat ke-6. Bekas BUMN militer Cina ini berada di bawah Nokia, Samsung, Motorola, SonyEricsson dan LG. ZTE dikenal memiliki strategi market berbeda dibanding dengan 5 kompetitornya di atas. ZTE menyerbu negara-negara berkembang dan masuk ke pasar melalui produk low end yang dikemas secara co-branding bersama operator lokal.
Sejauh ini, strategi tersebut berhasil melambungkan ZTE dari posisi bawah hingga menembus 6 besar produsen handset dunia. Di Afrika, mereka menguasai sampai dengan 70% pangsa pasar. Sementara di India, sudah dikapalkan 10 juta handset. Sementara di Indonesia, untuk tahun 2007 saja, ZTE sudah mengapalkan 2 juta unit handset. (tbs/wsh)