Smartphone Jadi Investasi? Kenapa Tidak!

Ngopi Bareng detikINET

Smartphone Jadi Investasi? Kenapa Tidak!

Adi Fida Rahman - detikInet
Jumat, 05 Feb 2016 11:19 WIB
(kanan) Lucky Sebastian (Foto: detikINET - Anggoro Suryo Jati)
Jakarta - Tidak hanya sebagai alat komunikasi, sebuah smartphone dapat menjadi sebuah investasi bisnis. Pasalnya dengan smartphone, seseorang bisa mendapatkan pundi-pundi keuntungan.

Demikian disampaikan penggiat gadget Lucky Sebastian saat berbicara dalam acara Ngopi Bareng detikINET, di Tartine Cafe, FX Sudirman, Jakarta Kamis (4/2/2016) malam.

Dikatakannya, bila sebuah smartphone digunakan untuk berbisnis. Maka smartphone menjadi sebuah investasi bisnis. Dan tanpa disadari banyak yang sudah menjadikan smartphone menjadi sebuah investasi, mereka adalah pengiat bisnis online.

Bilamana seseorang ingin menjalankan bisnis online dengan modal minim. Tidak perlu pusing ingin beli desktop atau kamera, cukup beli smartphone.

"Pekerjaan desktop dan kamera bisa dilakukan oleh smartphone. Jika membeli smartphone yang bagus sekalian tidak masalah, karena bisa menjadi investasi," papar Lucky.

Pada kesempatan ini, Lucky pun memberikan tips agar sukses berjualan online. Menurutnya tampilan visual menjadi kunci keberhasilan bisnis online.

"Foto ini sangat berpengaruh. Kalau foto menarik, konsumen atau calon pembeli akan tertarik. Justru sebaliknya, kalau foto kurang bagus orang akan skip," tutur Lucky.

Foto bagus menurut Lucky tak harus dengan menggunakan kamera profesional. Bisa saja dengan memanfaatkan kamera smartphone, asal harus didukung dengan ide kreatif.

"Pilih smartphone dengan kamera yang bagus dan fitur filter atau efeknya banyak. Saya kira smartphone saat ini sudah banyak yang dilengkapi dengan kamera dan efek yang bagus," imbuh Lucky sembari mencontohkan Samsung Galaxy Note 5 yang kameranya mumpuni.

Terakhir yang tak kalah penting dalam berjualan online selain visual adalah melakukan maintain media sosial.

"Semakin Anda aktif di media sosial, semakin konsumen percaya dengan Anda. Artinya orang akan berpikir bahwa Anda sebagai penjual bisa dihubungi kapan saja karena eksistensi tadi," tandas Lucky. (afr/ash)