Pengalaman dengan Mobile Photography

Pengalaman dengan Mobile Photography

- detikInet
Rabu, 30 Apr 2014 20:24 WIB
Ilustrasi (Ist.)
Jakarta -

Tanggal 29 April kemarin, saya diundang untuk menjadi narasumber acara Ngopi bareng detikINET. Format acaranya talkshow yang ringan dan santai. Saya tidak akan bercerita tentang acara tersebut di sini, tapi pengalaman saya tentang mobile photography yang menjadi topik acara tersebut.

Terus terang saya jarang dan hampir tidak pernah mengunakan ponsel untuk memotret, saya lebih sering mengunakan kamera digital saku atau kamera DSLR, tapi karena topiknya mobile photography, mau gak mau harus mempraktikkan dong, kalau gak ya, apa yang mau di-share di acaranya? he he he.

Lantas, saya pakai Sony Experia Z1, salah satu ponsel yang punya kualitas kamera tingkat atas, bersaing dengan iPhone 5 dan Nokia Lumia. Z1 memiliki image sensor seperti kamera saku dan memang mampu menghasilkan kualitas gambar yang cukup baik, setara dengan kamera digital saku yang dijual dengan harga Rp 2-3 jutaan.

Selain mode Auto, juga tersedia mode manual yang mana penggunanya dapat mengubah setting kompensasi exposure/terang gelap dari +2 sampai -2, WB dan ISO. Meski tidak banyak, tapi mode ini memungkinkan pengguna untuk mengatur kualitas hasil foto yang ingin didapatkan.

Meski kualitas kamera ponsel sudah makin baik, untuk bisa mendapatkan foto yang menarik tentunya perlu bisa 'melihat cahaya', mengatur exposure kamera, dan memahami teknik dasar komposisi.

Secara umum, pengalaman saya memotret ponsel ada plus dan minusnya. Saya pribadi lebih suka kamera tradisional lengkap dengan tombol dan tuas daripada mengganti setting dan fokus lewat layar.

Saya juga kehilangan jendela bidik yang sangat membantu saat cahaya matahari bersinar dengan teriknya. Tapi saya juga menyukai kamera ponsel yang ukurannya relatif kecil, kualitas gambarnya sudah cukup baik dan relatif simple.

 

Inilah beberapa kelebihan mobile photography:

+ Kecil, selalu bersama denganmu.
+ Beberapa ponsel high end memiliki kualitas gambar yang sangat baik,
baik di layar ataupun dicetak dengan ukuran 4R.
+ Makin banyak aksesoris pendukung seperti lensa-lensa converter
makro, telefoto, fisheye, tripod, tongsis, remote.
+ Mudah dan cepat untuk sharing ke jejaring sosial.

Kendala-kendala yang saya jumpai:
- Autofokus masih sulit mengunci fokus terutama saat kondisi gelap.
- Di luar ruangan yang cerah, layar kalah terang dan sulit untuk mengkomposisikan foto.
- Sebagian besar kamera masih belum banyak diubah setting exposure, white balance dan lainnya.
- Konsumsi baterai sangat tinggi. Memotret 20-30 foto dapat menurunkan baterai sampai dengan 15%.
- Sulit membuat latar belakang blur ala DSLR, kecuali fokus sangat dekat dengan subjek.

Berikut beberapa foto hasil jepretan dengan kamera ponsel:


Foto sunset seperti ini tadinya sulit ditangkap oleh kamera ponsel 3-4 tahun yang lalu. Tapi saat ini sudah banyak kamera ponsel canggih yang mampu menangkap warna-warna yang hidup dan menarik.


Setting WB cloudy ditambah dengan backlight yang dramatis membuat suasana kehidupan pekerja di pelabuhan Sunda Kelapa lebih terasa.


Banyaknya apps editing membuat pengguna ponsel dapat berkreasi lebih jauh setelah memotret. Kiri: original, tengah: menambahkan kontras, kanan: editing gaya retro.

(ash/ash)