Digitalisasi perlahan-lahan telah meresap ke dalam sendi-sendi masyarakat Indonesia. Teknologi yang dulu hanya bisa dinikmati oleh golongan atas, kini bisa dinikmati dengan mudah oleh golongan bawah. Teknologi tidak lagi jadi sesuatu barang yang mahal, tapi sudah jadi kebutuhan utama dan bagian dari kehidupan sehari-hari.
Dengan penetrasi smartphone dan tingkat pengguna media sosial yang begitu tinggi, Indonesia pun bergerak cepat menuju sebuah tahap baru yang dapat disebut sebagai negara digital. Ketersediaan akses internet yang bisa diandalkan dan mudah dijangkau siapa saja, membantu proses pematangan masyarakat menjadi terdigitalisasi.
Jika ingin bertahan di dunia yang berputar semakin cepat ini, maka setiap individu mau tidak mau harus belajar dan memanfaatkan teknologi. Untuk belajar sesuatu yang baru, awalnya pasti ada resistensi. Rasa enggan, takut salah, takut mahal, dsb. Tapi ketika sudah merasakan sendiri kenyamanan yang ditawarkan teknologi, rasanya tak ada kaum manusia yang bisa lepas dari jeratnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bahkan sekarang hampir semua jenis barang dan aktivitas bisa diubah menjadi online. Belanja sembako pun sekarang ada aplikasi mobile-nya. Tinggal pilih dan belanja lewat smartphone, sembako bisa diantar ke rumah. Makanan, barang bekas, barang baru, bahkan jasa asisten pribadi dan terapis kecantikan pun ditawarkan online.
Dari sisi media pun demikian. Posisi media online saat ini semakin kuat. Kebutuhan masyarakat akan informasi yang cepat dan mudah diakses membuat media online lebih diminati sekarang. Apalagi berita dan informasi di media online bisa diperoleh secara gratis. Selain lewat media online, media sosial merupakan salah satu wadah tercepat dan termudah untuk menyebarkan informasi.
Jadi jangan heran jika banyak isu yang bisa menyebar dengan sangat cepat seperti βvirusβ. Di sinilah letak dua mata pisau digitalisasi dan kecepatan akses internet. Fakta atau informasi rekayasa, bisa menyebar dengan sangat mudah. Kadang dapat memberikan dampak positif, kadang negatif. Tinggal bagaimana kita pintar-pintar memilahnya.
Punya pendapat tersendiri mengenai digitalisasi di Indonesia? Atau punya harapan terkait akses internet dan pengembangan infrastruktur teknologi komunikasi di Indonesia? Ungkapkan harapan Anda dalam video, upload ke media sosial pribadi dan gunakan hashtag #IndonesiaDigitalNation. Lihat video harapan Anda dan puluhan orang lainnya di www.indonesiadigitalnation.com.
(adv/adv)