http://us.images.detik.com/logo_tematik/logodetikinet.png
 
 

Sambut iPhone 5, Telkomsel Buka Pre Order Nano SIM

Susetyo Dwi Prihadi - detikinet
Minggu, 23/09/2012 09:40 WIB
http://us.images.detik.com/content/2012/09/23/328/093220_nanosim.jpg Ilustrasi (Ist)
Jakarta - Indonesia memang belum kedatangan iPhone 5 secara resmi, namun bila sudah tidak sabar ingin memilikinya kini tak perlu khawatir lagi soal ketersedian Nano SIM card. Sebab Telkomsel bakal menyediakannya lebih dahulu.

Ya, menyambut kehadiran iPhone 5 tersebut, Telkomsel membuka sistem pre order bagi pelanggannya yang ingin memiliki Nano SIM card lebih awal. Karena seperti diketahui, ponsel cerdas generasi terbaru Apple itu menggunakan kartu SIM yang paling baru.

Sistem pre order Nano SIM ini bisa dilakukan melalui situs resmi Telkomsel. Saat disambangi detikINET, Minggu (23/9/2012), ada sejumlah ketentuan dan kewajiban yang berlaku bagi pelanggan yang ingin memesan kartu khusus ini.

Kendati membuka pemesanan untuk Nano SIM ini, situs Telkomsel tersebut tidak menyinggung sama sekali mengenai kehadiran atau tanda-tanda untuk memesan iPhone 5. Apakah ini artinya smartphone Apple tersebut masih lama resmi masuk ke Tanah Air?

Sebelumnya masih menimbulkan perdebatan, apakah Nano SIM card ini bisa dipotong secara konvensional dari kartu SIM generasi sebelumnya.

Giesecke & Devrient, penemu serta produsen Nano SIM Card, bahwa metode dengan cara konvensional akan sulit dilakukan. Sebab kartu Nano SIM mempunyai ketipisan hingga 15% dari kartu SIM generasi sebelumnya.

Namun salah satu pembeli iPhone 5 asal Indonesia yang membeli peranti ini di Singapura, mengaku bahwa Nano SIM card bisa dipotong secara konvensional dari kartu sebelumnya.


(tyo/tyo)




Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Berita Terbaru Index »
Pro Kontra Index »

Indonesia Darurat 4G?

Kalau bukan sekarang, kapan lagi? Ya, inilah kira-kira urgensi yang akhirnya membuat layanan 4G LTE dikomersialisasi di Indonesia. Di sisi lain, layanan 3G dianggap masih belum optimal penyebarannya, termasuk 2G yang masih banyak penggunanya.
Pro
50%
Kontra
50%


Must Read close