"Fenomena Big Data mendorong perusahaan untuk mengkaji kembali sistem storage mereka. Pertumbuhan jumlah data yang cepat dan tanpa ditangani dengan baik justru akan menghambat operasional," kata Steven Law, Country Manager NetApp untuk Indonesia dan Filipina.
Gartner sendiri memperkirakan lebih dari 85% perusahaan yang termasuk dalam daftar Fortune 500 akan gagal untuk secara efektif memanfaatkan Big Data dijadikan sebagai keunggulan daya saing sampai 2015.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Analitik
Fokus menyediakan analisa secara efisien untuk menangani volume data yang besar. Analitik bertujuan untuk mendapatkan tinjauan, mendapatkan manfaat dari dunia digital dan membuat data menjadi informasi yang berharga, sehingga kesemua itu dapat menyediakan tinjauan yang lebih dalam guna membuat keputusan yang lebih baik.
Open Solution dari NetApp untuk Hadoop diklaim mampu mengurangi replikasi di beban server, baik dalam hal trafik maupun kegagalan drive, sehingga solusi ini dapat mempercepat waktu respon terhadap permintaan data (query) dan mengurangi beban lalu-lintas di server dan jaringan.
Bandwidth
Untuk mengurus data yang semakin membesar, bandwidth yang tinggi memang mutlak dibutuhkan. Aplikasi dengan bandwidth tinggi ditambah dengan kinerja memadai dapat menjalankan analisa kompleks dalam wakcu cepat, mengelola video streaming surveillance berkualitas tinggi dan menangani video editing serta menghantarkannya ke media.
Konten
Berfokus pada kebutuhan untuk menyediakan storage data yang aman dan memiliki skalabilitas tinggi. Solusi ini mampu untuk menyimpan data dalam volume tak terbatas secara virtual, sehingga perusahaan dapat menyimpan data sebanyak yang diinginkan, sekaligus menarik data saat diperlukan.
Storage GRID dari NetApp menyediakan skalabilitas dengan menghilangkan halangan data containers dalam bentuk block dan files. Solusi ini dapat mendukung penyimpanan milyaran file dan obyek, serta menyediakan kapasitas dalam hitungan PetaByte untuk satu global namespace.
"Banyak perusahaan di Indonesia belum menyadari fenomena Big Data ini, padahal cepat atau lambat serangan Big Data ini akan segera terjadi," tandas Steven.
(eno/sha)