Berita Utama
-
Jumat, 25/05/2012 17:21 WIB
Warga Twitter Puji Dedikasi 'Satpam Digital'
-
Jumat, 25/05/2012 16:07 WIB
6 Ponsel Nokia Terpopuler
-
Jumat, 25/05/2012 15:19 WIB
5 Casing iPhone yang Punya 'Gigi' Pembuka Botol
-
Jumat, 25/05/2012 11:19 WIB
I Made Wiryana, Anak Band yang Jadi 'Cyber Paspampres'
-
Jumat, 25/05/2012 12:52 WIB
Mencicipi Facebook Camera: Instagram ala Facebook
-
Jumat, 25/05/2012 10:19 WIB
Tips Mengubah Kontak di BlackBerry Menjadi Excel
-
Kamis, 24/05/2012 15:37 WIB
Negara Mana 'Raja' Internet ASEAN?
-
Kamis, 24/05/2012 12:12 WIB
5 'Nenek Moyang' Smartphone Android
-
Kamis, 24/05/2012 11:15 WIB
Waspadai Email Palsu dari 'Facebook'
Kolom Open Source
Larry Page dan Kejayaan Open Source di Google
Kamis, 17/02/2011 13:10 WIB

Screenshot Google Code
Jakarta - Rasanya tak ada yang meragukan Google sebagai perusahaan open source terbesar di dunia.
Ya, memang masih ada Canonical yang dengan Ubuntu-nya yang mampu menjadikan perusahaan ini terkenal dengan desktop yang bagus dan relatif stabil.
Ada pula Red Hat dengan Red Hat Enterprise Linux yang juga biasanya bundling dengan hardware mampu menjadi pionir dalam hal server.
Tapi kiprah Google dalam dunia open source lebih dari sekedar sistem operasi dan/atau hardware. Mari mengurai apa saja bukti yang mendasari Google sebagai perusahaan open source terbesar.
1. 20 juta baris kode
Chris DiBona, Program Manager untuk Open Source di Google, menyebutkan bahwa Google telah merilis sekitar 20 juta baris kode program dalam dunia open source.
Sedikitnya, 10 juta baris ada dalam Android, 2 juta baris dalam Chrome, 300 ribu baris dalam Google Web Toolkit (GWT) dan selebihnya ada dalam 900 produk lain keluaran Google.
Ini adalah angka yang fantastis.
Sebagai perbandingan, jumlah baris kode dalam Linux kernel adalah sekitar 12 juta yang pengerjaannya dibagi oleh ribuan kontributor mulai dari Red Hat, IBM, Novel, Intel dan lain-lain.
Pesaing perilis jumlah baris kode terbanyak dalam dunia open source bagi Google adalah IBM. IBM membuat Eclipse dengan jumlah 11,5 juta baris dan ditambah dengan kontribusi mereka dalam Linux kernel sekitar 6,3 persen.
2. Google Code dan Google Summer of Code
Google Code adalah sebuah fasilitas hosting untuk proyek-proyek open source. Saat ini ada lebih dari 250 ribu proyek yang tersimpan di dalamnya dan merupakan fasilitas hosting kedua setelah SourceForge dalam ranking yang dibuat Alexa. Selain itu, Google Code adalah hosting proyek open source dengan jumlah proyek terbanyak kedua setelah GitHub.
Dari Google Code ini, muncul sebuah program bernama Google Summer of Code. Google Summer of Code adalah sebuah program dari Google untuk mensponsori para siswa atau mahasiswa lebih dari 100 negara di seluruh dunia dalam pembuatan proyek open source. Acara tahunan yang dimulai sejak 2005 masih terus diadakan hingga sekarang.
3. Berbasis Linux
Semua orang tahu bahwa mesin pencari Google berjalan di atas sistem operasi Linux. Sejak pertama kali dijalankan, hingga saat ini. Dan tidak hanya itu saja, Google juga menggunakan Linux sebagai basis dari dua produk kebanggaan mereka, Chrome OS dan Android.
4. Google bukan perusahaan (penjual) software
Jika IBM, Red Hat, Novell dan lain-lain biasanya menjual software yang mereka buat –dan mengambil keuntungan, tidak demikian dengan Google.
Google mendedikasikan dirinya untuk open source dan tidak bertujuan untuk menjual produknya. Google menjual layanan dan support. Itulah yang membedakan Google dengan perusahaan lainnya.
Faktor Larry Page
Pertanyaan sebenarnya adalah, bagaimana bisa seperti itu? Di balik semangat Google menggebu dan tak pernah padam pada dunia open source adalah seseorang bernama Larry Page, co-founder Google.
Ketika Andy Rubin datang ke markas Google pada tahun 2005 dan menawarkan konsep open source dalam Android, Larry Page adalah orang yang menerima Rubin dan mengatakan ‘setuju’.
Page (bersama Sergey Brin) adalah orang yang dengan penuh semangat membuat –dan berhasil– program Google Summer of Code. Dan Page pula orang yang dengan penuh antusias mengajak para stafnya untuk menggunakan Linux dan program open source untuk mengerjakan proyek-proyek yang mereka kerjakan.
April 2011, Larry Page akan kembali menduduki kursi CEO setelah sebelumnya digantikan oleh Eric Schmidt pada 2001 lalu. Tidak ada yang tahu perubahan apa yang bakal terjadi dalam Google setelah pergantian ini.
Tapi yang pasti, naiknya Larry Page sebagai CEO akan semakin menguatkan posisi Google sebagai perusahaan open source terbesar di dunia. Dan dengan dukungan penuh dari Google, open source akan terus berkembang dan membesar. Semoga.
( wsh / wsh )
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Ya, memang masih ada Canonical yang dengan Ubuntu-nya yang mampu menjadikan perusahaan ini terkenal dengan desktop yang bagus dan relatif stabil.
Ada pula Red Hat dengan Red Hat Enterprise Linux yang juga biasanya bundling dengan hardware mampu menjadi pionir dalam hal server.
Tapi kiprah Google dalam dunia open source lebih dari sekedar sistem operasi dan/atau hardware. Mari mengurai apa saja bukti yang mendasari Google sebagai perusahaan open source terbesar.
1. 20 juta baris kode
Chris DiBona, Program Manager untuk Open Source di Google, menyebutkan bahwa Google telah merilis sekitar 20 juta baris kode program dalam dunia open source.
Sedikitnya, 10 juta baris ada dalam Android, 2 juta baris dalam Chrome, 300 ribu baris dalam Google Web Toolkit (GWT) dan selebihnya ada dalam 900 produk lain keluaran Google.
Ini adalah angka yang fantastis.
Sebagai perbandingan, jumlah baris kode dalam Linux kernel adalah sekitar 12 juta yang pengerjaannya dibagi oleh ribuan kontributor mulai dari Red Hat, IBM, Novel, Intel dan lain-lain.
Pesaing perilis jumlah baris kode terbanyak dalam dunia open source bagi Google adalah IBM. IBM membuat Eclipse dengan jumlah 11,5 juta baris dan ditambah dengan kontribusi mereka dalam Linux kernel sekitar 6,3 persen.
2. Google Code dan Google Summer of Code
Google Code adalah sebuah fasilitas hosting untuk proyek-proyek open source. Saat ini ada lebih dari 250 ribu proyek yang tersimpan di dalamnya dan merupakan fasilitas hosting kedua setelah SourceForge dalam ranking yang dibuat Alexa. Selain itu, Google Code adalah hosting proyek open source dengan jumlah proyek terbanyak kedua setelah GitHub.
Dari Google Code ini, muncul sebuah program bernama Google Summer of Code. Google Summer of Code adalah sebuah program dari Google untuk mensponsori para siswa atau mahasiswa lebih dari 100 negara di seluruh dunia dalam pembuatan proyek open source. Acara tahunan yang dimulai sejak 2005 masih terus diadakan hingga sekarang.
3. Berbasis Linux
Semua orang tahu bahwa mesin pencari Google berjalan di atas sistem operasi Linux. Sejak pertama kali dijalankan, hingga saat ini. Dan tidak hanya itu saja, Google juga menggunakan Linux sebagai basis dari dua produk kebanggaan mereka, Chrome OS dan Android.
4. Google bukan perusahaan (penjual) software
Jika IBM, Red Hat, Novell dan lain-lain biasanya menjual software yang mereka buat –dan mengambil keuntungan, tidak demikian dengan Google.
Google mendedikasikan dirinya untuk open source dan tidak bertujuan untuk menjual produknya. Google menjual layanan dan support. Itulah yang membedakan Google dengan perusahaan lainnya.
Faktor Larry Page
Pertanyaan sebenarnya adalah, bagaimana bisa seperti itu? Di balik semangat Google menggebu dan tak pernah padam pada dunia open source adalah seseorang bernama Larry Page, co-founder Google.
Ketika Andy Rubin datang ke markas Google pada tahun 2005 dan menawarkan konsep open source dalam Android, Larry Page adalah orang yang menerima Rubin dan mengatakan ‘setuju’.
Page (bersama Sergey Brin) adalah orang yang dengan penuh semangat membuat –dan berhasil– program Google Summer of Code. Dan Page pula orang yang dengan penuh antusias mengajak para stafnya untuk menggunakan Linux dan program open source untuk mengerjakan proyek-proyek yang mereka kerjakan.
April 2011, Larry Page akan kembali menduduki kursi CEO setelah sebelumnya digantikan oleh Eric Schmidt pada 2001 lalu. Tidak ada yang tahu perubahan apa yang bakal terjadi dalam Google setelah pergantian ini.
Tapi yang pasti, naiknya Larry Page sebagai CEO akan semakin menguatkan posisi Google sebagai perusahaan open source terbesar di dunia. Dan dengan dukungan penuh dari Google, open source akan terus berkembang dan membesar. Semoga.
![]() |
Tentang Penulis: Ahmad Saiful Muhajir adalah penggiat dan pemerhati Open Source yang sebelumnya aktif di Jawa Tengah Open Source Center. Ia dapat dihubungi di http://saifulmuhajir.me atau melalui Twitter di akun @saifulmuhajir. |
( wsh / wsh )
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Baca Juga
Berita Terbaru
Index »
-
Jumat, 25/05/2012 17:21 WIB
Warga Twitter Puji Dedikasi 'Satpam Digital'
-
Jumat, 25/05/2012 16:45 WIB
Tweet Satpam IPB Sebelum Ditembak: Hati-hati Curanmor di Kampus
-
Jumat, 25/05/2012 14:57 WIB
Google Didesak Tutup Keran Download Ilegal
-
Jumat, 25/05/2012 13:48 WIB
Napak Tilas Perjalanan Awal Facebook
-
Jumat, 25/05/2012 09:03 WIB
Lucu! Pencuri iPhone Kirim Foto Dirinya ke Facebook Korban
-
Jumat, 25/05/2012 08:51 WIB
BMW Punya 10 Juta Fans di Facebook
-
Jumat, 25/05/2012 08:28 WIB
Facebook Tak Berdaya Lawan Faceporn
-
Kamis, 24/05/2012 21:06 WIB
Yahoo Axis, Ketika Browser & Mesin Pencari Bergabung
- Jumat, 25/05/2012 10:51 WIB
Nasib BlackBerry Messenger Suram?
- Jumat, 25/05/2012 16:07 WIB
6 Ponsel Nokia Terpopuler
- Jumat, 25/05/2012 09:03 WIB
Lucu! Pencuri iPhone Kirim Foto Dirinya ke Facebook Korban
- Jumat, 25/05/2012 10:19 WIB
Tips Mengubah Kontak di BlackBerry Menjadi Excel
- Jumat, 25/05/2012 13:23 WIB
Android Makin Kuasai Dunia
- Jumat, 25/05/2012 11:19 WIB
Sosok
I Made Wiryana, Anak Band yang Jadi 'Cyber Paspampres'
- Jumat, 25/05/2012 16:46 WIB
Pengakses Internet Masih Banyak dari Nokia
- Jumat, 25/05/2012 11:40 WIB
RIM Bantah Abaikan BlackBerry Messenger
- Jumat, 25/05/2012 14:57 WIB
Google Didesak Tutup Keran Download Ilegal
-
199 Komentar
-
84 Komentar
-
75 Komentar
-
67 Komentar
-
63 Komentar
-
63 Komentar
-
54 Komentar
-
53 Komentar
-
48 Komentar
Pro Kontra
Index »
Galaxy S III Smartphone Terbaik Saat Ini?
Pro
Kontra
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message



.jpg)


