detikinet

Adobe Marah dan Berkata: Pergilah Apple !

Fajar Widiantoro - detikinet
Senin, 12/04/2010 10:26 WIB

Adobe vs Apple (engadget)

Jakarta - Kasus 'Adobe vs Apple' kian memanas. Seolah dipenuhi rasa amarah, Adobe pun berkata: Pergilah Apple ! Kata-kata tersebut terlontar dalam blog milik salah seorang Evangelist Adobe bernama Lee Brimelow.

Seperti dikutip detikINET dari flashblog, Senin (12/4/2010) Lee Brimelow adalah Evangelist yang berfokus pada pengembangan Flash, Flex serta AIR.

Umpatan Brimelow tersebut dipicu kasus panas antara Apple vs Adobe sebelumnya. Pada minggu ini, Apple telah mengubah lisensi Software Developement kit (SDK) milik iPhone. Alhasil kebijakan tersebut sangat merepotakan para pembuat cross-platform compilers seperti Adobe, yang akan mengembanghkan aplikasi mereka di platform Apple.

Padahal Adobe saat ini tengah merancang cross-platform compilers, yang akan digunakan pada paket Adobe Creative Suite versi 5 (Adobe CS5). Akibat hal ini, ruang gerak Adobe seolah dibatasi oleh Apple.

Sebelumnya, Steve Jobs pun sempat tak menghiraukan niatan Adobe dengan mengatakan bahwa saat ini seluruh dunia tengah menantikan kedatangan format HTML5.

Jika dipikir unik bukan? Seharusnya kedua perusahaan besar tersebut tak perlu ribut lama-lama. Image Mac sebagai komputer grafis dan desain, secara tak langsung pun berkat produk-produk besutan Adobe. Jadi pantaskah Adobe marah?
( fw / eno )

Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Share:

Komentar (0 Komentar)


    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login


    Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    Pro Kontra Index »

    Galaxy S III Smartphone Terbaik Saat Ini?

    Performa Galaxy S III terbilang menjanjikan. Ia mengusung quadcore, layar Gorilla Glass 2, serta fitur melimpah. Tak pelak, Samsung mengklaim Galaxy S III sebagai smartphone terbaik saat ini. Anda setuju?
    Pro
    50%
    Kontra
    50%