detikinet

Capres AS 'Bertarung' Lewat Kampanye SMS

Fino Yurio Kristo - detikinet
Kamis, 21/06/2007 08:24 WIB
Amerika Serikat - Barack Obama, calon presiden kulit hitam Amerika Serikat (AS) dari Partai Demokrat, berinisiatif meluncurkan sebuah layanan SMS. Layanan ini bertujuan untuk mengembangkan jaringan pendukung dari kalangan bawah serta mengorganisasi sukarelawan untuk acara-acara kampanye yang mereka adakan. Selain layanan SMS, mereka yang berminat juga bisa mendapatkan wallpaper Obama dan juga ringtone. Kampanye dengan cara serupa telah diluncurkan oleh saingan Obama, senator Hilary Clinton bulan lalu. "Kampanye ini adalah tentang masyarakat di seluruh negeri ini yang senang menggunakan ponsel sebagai cara untuk mengatur diri. SMS adalah kunci penting yang akan menolong kami mencapai orang-orang yang bergantung pada ponsel mereka untuk mendapatkan informasi," ungkap Joe Rospars, direktur kampanye media Obama yang baru, seperti dikutip detikINET dari Cellularnews, Kamis (21/6/2007). "Ini adalah layanan yang kami harapkan akan melanjutkan upaya komunikasi dengan pendukung kami yang terus tumbuh, yang tertarik untuk memainkan peran aktif dalam upaya mengubah negara ini," tambah Joe. Dalam blog kampanye Obama, disebutkan bahwa karena jutaan orang Amerika bergantung pada ponsel, layanan SMS sangat penting bagi kampanye mereka untuk mendapatkan kursi presiden AS dalam pemilu mendatang.
( dwn / dwn )

Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Share:

Komentar (0 Komentar)


    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login


    Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    Pro Kontra Index »

    Galaxy S III Smartphone Terbaik Saat Ini?

    Performa Galaxy S III terbilang menjanjikan. Ia mengusung quadcore, layar Gorilla Glass 2, serta fitur melimpah. Tak pelak, Samsung mengklaim Galaxy S III sebagai smartphone terbaik saat ini. Anda setuju?
    Pro
    50%
    Kontra
    50%