detikinet

Microsoft Punya Pejabat Khusus Linux

Ni Ketut Susrini - detikinet
Senin, 11/06/2007 09:25 WIB
Redmond - Microsoft telah mempekerjakan seorang pentolan Linux untuk menjadi pejabat khususnya. Tugas pejabat ini pun tak jauh-jauh dari Linux. Adalah Tom Hanrahan, seorang direktur teknis di Linux Foundation, sebuah kelompok nirlaba yang memperjuangkan kemajuan Linux, yang merupakan gabungan antara Free Standards Group dan Open Source Development Labs. Di Microsoft Hanrahan kini menjabat sebagai "Director of Linux Interoperability" dan mengepalai Laboratorium Microsoft/Novell. Atasan Hanrahan adalah Sam Ramji yang mengepalai Platform Technology Strategy and Microsoft's Open Source Software Lab di Redmond, Amerika Serikat. Laboratorium ini menangani persoalan interoperabilitas antara Microsoft dengan kode program yang bersifat open source. Hanrahan akan mengepalai upaya-upaya pengembangan interoperabilitas. Hanrahan dan Sam Ranji akan melapor ke Bill Hilf, general manager of Platform Strategy Group, Microsoft. Sebelumnya Hanrahan adalah seorang senior program manager Linux Technology Center di IBM, lalu bergabung dengan Open Source Development Labs di Beaverton pada akhir September 2004. Hanrahan telah berpengalaman selama 30 tahun dalam manajemen teknis dan pengembangan komunitas open source. Demikian seperti dikutip detikINET, Senin (11/6/2007) dari eWeek.
( nks / nks )

Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Share:

Komentar (0 Komentar)


    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login


    Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    Berita Terbaru Index »
    Pro Kontra Index »

    Galaxy S III Smartphone Terbaik Saat Ini?

    Performa Galaxy S III terbilang menjanjikan. Ia mengusung quadcore, layar Gorilla Glass 2, serta fitur melimpah. Tak pelak, Samsung mengklaim Galaxy S III sebagai smartphone terbaik saat ini. Anda setuju?
    Pro
    50%
    Kontra
    50%