BERITA TERBARU
Rabu, 08 Mar 2017 16:55 WIB

Hyperloop Bisa Usik Transportasi Lain

Yudhianto - detikInet
Konstruksi Hyperloop Konstruksi Hyperloop
Jakarta - Bila kelak benar-benar hadir, Hyperloop kemungkinan bisa mengusik eksistensi moda transportasi yang ada saat ini.

Spekulasi itu tak dipungkiri bos Hyperloop Indonesia Dwi Putranto Sulaksono. Tapi dilema ini bukan berarti tak ada jalan keluarnya. Menurutnya, kehadiran 'kereta super' Hyperloop malah membuka peluang bisnis baru bagi banyak perusahaan transportasi.

Moda transportasi Hyperloop berbentuk kapsul-kapsul pengangkut yang melaju dalam tabung yang punya fungsi seperti rel kereta api. Kecepatannya tak main-main, Senayan-Bekasi misalnya, diklaim bisa ditempuh dalam 9 menit. Sementara Jakarta-Surabaya cuma butuh waktu 56 menit.

Dengan kecepatan ini, moda transportasi yang paling kena dampaknya bisa jadi adalah maskapai penerbangan. Meksi begitu, Hyperloop juga menyimpan peluang baru yang bisa digarap maskapai. Salah satu yang diungkap Dwi adalah dengan menjadi operator kapsul-kapsul yang meluncur di tabung hyperloop.


"Tidak akan ganggu perusahaan (transportasi) lain. Kami justru akan mengajak maskapai (penerbangan), yang mungkin terkena impact. Jadi kehilangan sedikit di sana, dapat yang baru di sini (hyperloop-red)," ujarnya di hotel Fairmont, Jakarta, Rabu (8/3/2017).

Apa yang disampaikan Dwi tersebut juga selaras dengan perkataan Chairman Hyperloop Bibop G. Gresta. Dikatakannya, Hyperloop bukan disiapkan untuk menyaingi moda transportasi lain, melainkan sebagai compliment atau pendamping yang akan saling melengkapi.

"Kami bukan transportasi utama. Kami compliment untuk transportasi lain," kata Bibop.

Di tahap awalnya, Hyperloop yang segera hadir di Indonesia merencanakan tiga rute di sekitaran Jakarta yakni Kabupaten Tangerang - Kota Tangerang, Bandara Soekarno-Hatta – Kota Tangerang, dan Bandara Soekarno-Hatta – Bandara Halim Perdanakusuma.

Selanjutnya, rute lainnya akan menyusul yaitu jalur Hyperloop yang menghubungkan Jakarta sampai Surabaya, kemudian Sumatera yang tersambung hingga Banda Aceh.

"Setelah Jakarta, Hyperloop akan menghubungkan pulau Jawa yang akan menjadikan bandara sebagai stasiun-stasiunnya sampai Surabaya. Kemudian Sumatera sampai Banda Aceh," pungkas Dwi. (rns/rns)
-
Load Komentar ...

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed