Hal ini dimaklumi Dirjen Postel Depkominfo Basuki Yusuf Iskandar. Ia pun menyatakan bakal menambah 5 MHz lagi frekuensi 3G yang dimiliki operator.
"Setiap operator 3G dari awal memang kami desain untuk mendapatkan 10 MHz. Namun bagaimana lagi, waktu itu yang tersedia cuma 5 MHz," jelasnya ketika ditemui detikINET dan sejumlah media di Ritz Carlton, Selasa malam (4/11/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dari kedua pita tersebut, 75% akan dialokasikan untuk BWA Nomadic, sementara 25% sisanya buat BWA Mobile. Tender nantinya, akan digelar untuk setiap region atau wilayah. Di tiap wilayah, akan dipilih delapan operator untuk memenangkan lisensi yang bisa dimanfaatkan untuk menggelar layanan broadband dengan teknologi Wimax.
Di satu sisi, dengan memiliki lisensi BWA, operator bisa menggelar akses layanan data terbaru dengan teknologi lebih mutakhir. Namun, di sisi lain, kehadiran BWA berpotensi menggerogoti layanan 3G yang sudah tergelar dengan investasi yang tidak sedikit.
Namun sayangnya, dengan biaya ratusan miliar rupiah, 3G belum bisa menggenjot pendapatan dari akses data secara signifikan. Belakangan ini, akses data melalui 3G bisa dibilang jauh dari memuaskan dengan tingginya tingkat kegagalan jaringan. Keluhan pelanggan pun kian deras mengalir.
Tiga operator 3G, seperti Telkomsel, Indosat, dan Excelcomindo, tentu tak tinggal diam melihat kenyataan itu. Mereka terus mendesak pemerintah agar mau menambah frekuensi demi keberlangsungan akses data yang mumpuni.
Pemerintah pun akhirnya mau membantu operator untuk memperlebar jalur data tersebut. Saat ini, Ditjen Postel, Depkominfo, masih berkonsultasi dengan Menteri Keuangan Sri Mulyani tentang biaya yang relevan untuk penambahan frekuensi 3G.
"Mahal atau murah itu relatif. Kalau operator memang sangat membutuhkan tambahan frekuensi, tentu tetap harus bayar. Ada uang ada barang," pungkas Basuki. (rou/dwn)