Demikian diungkapkan Staff Ahli bidang TI dan Komunikasi Kementerian Negara Riset dan Teknologi (Ristek), Engkos Koswara. "Saat ini Ristek berusaha mempertemukan tim pengembang dengan user (KPU dan KPUD). Kami mau menanyakan, apa sih sebenarnya kekurangan yang perlu ditambahi dari software ini?" ujarnya di Gedung BPPT, Jakarta, Senin (24/3/2008).
Meski sudah mulai ada kontak dengan KPU, Engkos mengatakan belum ada keputusan resmi bahwa piranti lunak itu akan digunakan dalam Pemilu 2009 nanti. "Secara instansi KPU belum ada persetujuan. Tapi mereka (anggota KPU yang dihubungi-red) terlihat antusias dengan menanyakan cara penggunaan dan hal-hal lain," tukasnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bahkan, Engkos menambahkan, piranti lunak yang dikembangkan oleh komunitas sebagai Free and Open Source Software itu telah diujicobakan dalam kondisi nyata. "Kata pembuatnya, software ini sudah dicoba saat pemilihan gubernur di Jakarta," ia menegaskan.
Ristek, papar Engkos, berupaya mendorong perkembangan Open Source dengan membangun IGOS Center. Fasilitas itu menurutnya diisi oleh komunitas yang kemudian membuat piranti lunak untuk kebutuhan dalam negeri, termasuk piranti lunak untuk Pemilu tersebut.
(wsh/wsh)