×
Ad

Cara Melindungi HP dan Laptop dari Abu Vulkanik

Rachmatunnisa - detikInet
Senin, 07 Sep 2026 13:30 WIB
Foto: Getty Images/AndreyPopov
Jakarta -

Abu vulkanik bukan sekadar debu yang mengotori permukaan barang. Partikel yang terbawa erupsi gunung api juga dapat mengganggu perangkat elektronik, mulai dari komputer hingga perangkat komunikasi.

Mengutip laman U.S. Geological Survey (USGS), elektronik modern sebenarnya sudah cukup terlindungi dari kontaminan yang terbawa udara. Karena itu, paparan abu dalam waktu singkat umumnya tidak langsung menyebabkan kerusakan.

Namun, fungsi perangkat bisa terganggu jika abu masuk ke bagian-bagian tertentu. Risiko juga meningkat jika perangkat terpapar abu dalam jumlah banyak atau dalam waktu lama. Lantas, apa yang sebenarnya terjadi pada laptop, komputer, maupun perangkat elektronik lainnya ketika terkena abu vulkanik?

Partikel abu dapat menyumbat lubang ventilasi dan membuat kipas pendingin macet. Akibatnya, suhu kerja perangkat meningkat dan dalam kondisi tertentu dapat memicu sistem mematikan perangkat secara otomatis karena terlalu panas atau overheating shutdown.

Eksperimen yang dirujuk USGS juga menunjukkan laptop yang tertutup abu dapat mengalami shutdown akibat panas berlebih. Menariknya, relatif sedikit abu yang masuk ke bagian internal laptop dalam eksperimen tersebut dan perangkat dapat kembali menyala setelah dibersihkan.

Laptop bahkan dinilai USGS lebih tidak rentan dibandingkan komputer desktop. Alasannya, laptop memiliki lebih sedikit bukaan dan kebutuhan pendinginan yang lebih rendah.

Meski begitu, bukan berarti laptop aman sepenuhnya. Abu dapat mengganggu fungsi keyboard, mouse, port USB dan komponen lain sehingga perangkat membutuhkan pembersihan lebih sering. Untuk paparan dalam jangka panjang, dari berbulan-bulan hingga bertahun-tahun, abu juga dapat menyebabkan korosi akibat sifat kimianya.

HP dan Elektronik Lain

USGS memang secara khusus membahas komputer dan elektronik, bukan smartphone. Namun, prinsip perlindungannya relevan untuk perangkat elektronik sehari-hari yang memiliki celah, port, ventilasi, atau komponen listrik yang dapat terpapar abu.

Abu yang masuk ke bagian sensitif dapat mengganggu fungsi perangkat. USGS juga memperingatkan bahwa abu yang basah dapat menyebabkan hubungan arus pendek (short circuit) pada kontak listrik yang terbuka. Abu yang sudah terkena air bahkan dapat menjadi penghantar listrik.

Karena itu, perangkat seperti HP, laptop, komputer dan perangkat elektronik lainnya sebaiknya tidak dibiarkan terbuka ketika abu vulkanik sedang turun. USGS menyebut cara paling efektif untuk mengurangi risiko ini adalah mencegah perangkat terpapar abu sejak awal. Perangkat elektronik yang berada di luar ruangan, jika memungkinkan, sebaiknya dipindahkan ke dalam ruangan sebelum hujan abu terjadi.



Simak Video "Video Ulik Fitur Baru iPhone 16: Camera Control & Photographic Styles!"


(rns/fay)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork