Ketahui Latar Belakang Calon Pasangan Itu Penting, Ini Alasannya

ADVERTISEMENT

Ketahui Latar Belakang Calon Pasangan Itu Penting, Ini Alasannya

Sponsord - detikInet
Senin, 21 Feb 2022 12:18 WIB
adv
Jakarta -

Perkembangan teknologi yang semakin pesat, banyak kemudahan yang bisa kita rasakan. Salah satunya adalah mencari kekasih alias calon pasangan hidup, baik melalui media sosial maupun aplikasi sejenis.

Dalam ranah yang lebih profesional kini, merekrut calon pegawai hingga mencari rekan atau partner bisnis pun bisa melalui platform digital yang semakin memudahkan.

Namun di balik beragam kemudahan yang ditawarkan kita juga harus serta merta meningkatkan kewaspadaan, agar tidak salah langkah. Karena dalam mencari calon pasangan, mencari pegawai hingga rekan bisnis tidak bisa dilakukan sembarangan.

Mengetahui latar belakang pasangan di era digital seperti saat ini seharusnya jadi lebih mudah, tapi nyatanya kasus penipuan pun masih kerap terjadi. Teranyar film dokumenter Tinder Swindler ramai diperbincangkan.

Film tersebut mengisahkan tentang tiga orang wanita yang tertipu oleh seorang pria yang dikenal melalui aplikasi kencan Tinder. Ketiganya wanita itu tak hanya dirugikan waktu tapi juga secara materi.

Dari kisah tersebut semakin menunjukkan betapa pentingnya mengetahui latar belakang calon pasangan ataupun calon pegawai hingga sosok yang dicanangkan jadi rekan bisnis kita.

Aman Sentosa Investigation Agency (ASIA) pun jadi salah satu yang menyediakan jasa background checking untuk berbagai keperluan masyarakat. CEO Aman Sentosa Investigation Agency, Jubun pun memberikan penjelasan mengapa background check sangatlah penting.

Ia menyatakan bahwa background check diperlukan guna mengetahui rekam jejak seseorang, terutama ketika hendak menjalin relasi dalam bisnis, merekrut tenaga kerja level pimpinan hingga calon pasangan atau calon menantu.

"Tak sedikit HRD yang menggunakan jasa background checking kami, untuk membantu saat proses rekrutmen," kata Jubun.

Menurut Jubun, saat ini sekitar 80 persen masyarakat mencari jodoh di internet. Meski terlihat mudah, namun hal tersebut memberikan risiko yang cukup tinggi. Mendapatkan teman atau calon pasangan hidup dari internet memerlukan background check yang lebih dalam terutama bagi wanita.

Lebih lanjut, para orang tua pun perlu melakukan background check terhadap calon menantunya, agar sang anak mendapat pasangan yang bisa dipercaya, "Mereka ingin menyelidiki bagaimana perilaku sesungguhnya dari calon menantu atau pasangan anak mereka, supaya jangan sampai terjadi hal yang tidak diinginkan," papar Jubun.

Tak hanya mengandalkan teknologi, Jubun dan timnya biasa terjun langsung untuk melakukan verifikasi perilaku seseorang. Dalam prosesnya Jubun mengaku banyak menggunakan cara unik untuk menggali latar belakang seseorang.

Bak detektif, Jubun juga bisa melakukan wawancara langsung dengan target tanpa diketahui, "Ada caranya agar tidak ketahuan," kata Jubun menambahkan. Selain itu mewawancarai orang-orang terdekat juga jadi salah satu cara yang dilakukan oleh Jubun dan timnya.

Dalam melakukan background check yang diminta oleh orang tua calon pasangan biasanya seputar status pernikahan, keuangan, utang piutang, perilaku sehari-hari, hingga tempat mana saja yang senantiasa dikunjunginya.

"Banyaknya penipuan yang bermula dari internet, menjadi sebuah kekhawatiran bagi para orang tua," Jubun menambahkan.

Jubun pun berpesan untuk tidak percaya dengan apa yang didengar namun percaya apa yang dilihat. Pasalnya saat ini tak sedikit wanita yang mengalami penipuan identitas ketika mendapatkan jodoh dari dunia maya.

Perlu diketahui bahwa apapun yang ditampilkan dalam sosial media tidak sepenuhnya sesuai dengan realitas, di mana sosial media hanya menampilkan sisi terbaik seseorang, mungkin dengan segala kemewahannya.

Sehingga perlu dilakukan background check untuk mengetahui perilaku sesungguhnya seseorang tersebut. "Idealnya background check ini dilakukan dalam waktu seminggu hingga dua minggu," tukasnya.

Ketika ditanya berapa biayanya? Pria yang juga akrab disapa koh Jubun ini nampak agak enggan menyebutkan angka yang pasti. Itu semua bisa dibicarakan dan bisa negosiasi, ujarnya.

(Tagsite/asia)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT