Misteri di Balik Aturan Privasi WhatsApp Diterapkan 15 Mei

Misteri di Balik Aturan Privasi WhatsApp Diterapkan 15 Mei

Josina - detikInet
Senin, 10 Mei 2021 18:00 WIB
SAN ANSELMO, CALIFORNIA - MAY 14: The WhatsApp messaging app is displayed on an Apple iPhone on May 14, 2019 in San Anselmo, California. Facebook owned messaging app WhatsApp announced a cybersecurity breach that makes users vulnerable to malicious spyware installation iPhone and Android smartphones. WhatsApp is encouraging its 1.5 billion users to update the app as soon as possible.  (Photo Illustration by Justin Sullivan/Getty Images)
Aplikasi WhatsApp. Foto: Justin Sullivan/Getty Images
Jakarta -

WhatsApp mulai menerapkan kebijakan privasi terbarunya pada tanggal 15 Mei 2021 dan sebagian pengguna pun sudah mulai mendapatkan pesan pop-up berisikan pertanyaan apakah pengguna menyetujui kebijakan tersebut. Namun demikian, masih banyak juga pengguna yang belum mendapatkan notifikasi tersebut.

Masih menjadi misteri kapan WhatsApp akan menebar notifikasi ke seluruh pengguna, padahal tanggal 15 Mei tidak lama lagi tiba. Sejauh ini, tidak ada cara untuk menerima atau menolak aturan privasi baru tersebut secara manual, murni dari notifikasi pop up yang akan muncul sendiri di aplikasi WhatsApp.

"Pada saat ini, tidak ada cara untuk menerima aturan privasi baru WhatsApp secara manual. WhatsApp memilih untuk memberitahu user melalui pop up. Notifikasi mungkin muncul ketika membuka aplikasi atau sewaktu-waktu," tulis Tech Nadu yang dikutip detikINET.

"Yang cukup menarik, tidak ada aturan spesifik terkait kapan dan bagaimana notifikasi pop up ini ditampilkan," tambah mereka. Artinya, pengguna WhatsApp yang belum mendapatkan notifikasi masih harus sabar menunggu.

Berubah Pikiran

Adapun sebagian pengguna yang sudah mendapatkan notifikasi tersebut ada yang mengabaikannya karena takut privasi mereka terganggu dan mengklik 'tidak sekarang' saat pop kebijakan privasi baru muncul.

Kebijakan privasi baru WhatsAppKebijakan privasi baru WhatsApp Foto: Dok. WhatsApp

WhatsApp sudah memberikan peringatan bagi pengguna yang tidak mau menyetujui kebijakan baru tersebut maka mereka akan kehilangan fungsi terpenting yaitu mengirim dan menerima pesan.

Pengguna yang tidak menerima update ini takkan kehilangan akun. Akan tetapi WhatsApp memperingatkan bahwa mereka yang menolak akan dikategorikan sebagai pengguna yang tidak aktif, dan akun yang tidak aktif selama 120 hari akan dihapus.

Timbul pertanyaan lagi, bagaimana cara pengguna yang mendadak berubah pikiran dan ingin menerima persetujuan kebijakan baru WhatsApp jika sudah terlanjur mengklik 'tidak sekarang'?

Dilansir detiKINET dari TechNadu, untuk pertanyaan tersebut, WhatsApp setelah 15 Mei dilaporkan akan memunculkan pengingat atau 'reminder permanen' yang mengharapkan pengguna menyetujui kebijakan privasi baru. Jika tidak, kemudian fitur akan mulai dibatasi.

Tapi ada juga beberapa cara yang diklaim bisa digunakan untuk mendapatkan kembali pemberitahuan tersebut dengan mencoba menghapus aplikasi WhatsApp lalu diunduh lagi. Setelah melakukan log-in, mungkin akan muncul notifikasi kebijakan baru di WhatsApp dan pengguna dapat menyetujuinya. Namun sekali lagi, belum ada penjelasan yang terang dari WhatsApp mengenai prosedur ini. Kita nantikan saja.



Simak Video "WhatsApp Kembangkan Fitur Baru: Kirim Foto Jadi Stiker"
[Gambas:Video 20detik]
(jsn/fay)