Tips Pakai Google Maps Saat New Normal untuk Social Distancing

New Normal New Spirit

Tips Pakai Google Maps Saat New Normal untuk Social Distancing

Anggoro Suryo Jati - detikInet
Jumat, 12 Jun 2020 11:32 WIB
Suasana di Stasiun KRL
Foto: Suasana di Stasiun KRL (Anisa Indraini/detikcom)
Jakarta -

Mulai beroperasinya kembali sejumlah perkantoran di DKI Jakarta di era New Normal membuat kepadatan cukup tinggi di sejumlah stasiun KRL dan halte Transjakarta. Nah, dengan menggunakan Google Maps, kita bisa melihat kepadatan di halte dan stasiun tersebut.

Di Maps, Google memberikan informasi kepadatan di titik-titik tertentu seperti stasiun dan halte yang dipakai oleh para pengguna transportasi umum alias para komuter. Data ini dikumpulkan Google dari penggunanya yang ada di titik tersebut, lengkap dengan waktunya.

Menggunakan Google Maps untuk mengoptimalkan social distancing di stasiun KRL dan halte Transjakarta.Menggunakan Google Maps untuk mengoptimalkan social distancing di stasiun KRL dan halte Transjakarta. Foto: Screenshot Google Maps

Dari data tersebut kemudian dijadikan grafik kepadatan untuk setiap jamnya. Dengan begitu pengguna bisa merencanakan waktu yang tepat untuk bepergian menggunakan KRL ataupun Transjakarta, utamanya untuk mengoptimalkan social distancing.

Cara melihat data kepadatan ini mudah. Di aplikasi Maps pengguna tinggal melihat stasiun atau halte yang mereka tuju dan memencet tombol 'more info'. Kemudian pengguna tinggal men-scroll laman tersebut ke bawah sampai menemukan info 'Popular times'.

Di situ pengguna bisa memilih hari, dan grafik kepadatan tempat yang dimaksud pada jam tertentu. Contohnya adalah Stasiun Cawang pada hari Selasa, waktu paling padat di pagi hari terjadi pada pukul 08.00 WIB dan paling sepi adalah pukul 10.00 WIB.

Sementara untuk sore hari, kepadatan mulai meningkat pada pukul 17.00 WIB, dan mencapai puncaknya pada pukul 18.00 WIB. Kepadatan terlihat menurun pada pukul 19.00 WIB, dan menurun cukup besar pada pukul 20.00 WIB malam.

Namun perlu diingat juga, bahwa data (yang digambarkan grafik berwarna biru) ini adalah data rata-rata yang dikumpulkan Google selama beberapa waktu ke belakang. Kecuali data real time yang digambarkan dengan grafik berwarna merah dan dibandingkan dengan kepadatan pada hari-hari sebelumnya yang ditunjukkan dengan grafik berwarna abu-abu.

Data ini dikumpulkan secara anonim dari pengguna yang menyalakan Google Location History, yang secara default dimatikan di ponsel Android. Google hanya membagikan data kepadatan ini jika mereka mempunyai data yang cukup dari jumlah pengguna tertentu.



Simak Video "Eropa Perketat Social Distancing Akibat Naiknya Kasus Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(asj/asj)