Kamis, 24 Okt 2019 16:59 WIB

Baterai Kembung Bisa Bikin Ponsel Meledak, Ini Tips Supaya Aman

Rachmatunnisa - detikInet
Ilustrasi ponsel di-charge secara wireless. Foto: Internet Ilustrasi ponsel di-charge secara wireless. Foto: Internet
Jakarta - Dalam kondisi baterai kembung, ponsel memang masih bisa digunakan. Namun hal ini tidak direkomendasikan karena bisa berisiko fatal ponsel meledak hingga melukai pengguna.

"Gadget masih bisa dipakai ketika kembung. Tapi memang biasanya tidak lama baterainya dan ada risiko meledak," kata pengamat gadget Lucky Sebastian kepada detikINET, Kamis (24/10/2019).



Lucky menambahkan, ada sejumlah hal yang perlu diperhatikan agar baterai awet dan aman dipakai. Dikatakannya, tidak ada perbedaan cara perawatan baterai. Cara ini berlaku untuk semua jenis ponsel.

Pertama, selalu gunakan charger asli bawaan resmi dari perangkat yang kita gunakan, karena sudah didesain spesifik dengan perangkat tersebut.

Kedua, jangan menggunakan baterai sampai benar-benar habis dan perangkat mati. Sebabnya, sel-sel baterai butuh daya lebih besar untuk diisi kembali jika dalam kondisi sangat habis, akibatnya siklus umur baterai akan menurun.

"Penelitian menemukan, charging baterai ketika baterai masih 50-70%, membuat baterai lebih awet," kata Lucky.

Ketiga, umur baterai dihitung dengan siklus. Rata-rata baterai Lithium-ion memiliki umur 500 cycle. Setelah batas siklus ini terlampaui, kinerja baterai akan menurun secara signifikan.

"Kalau sering di-charge nggak penuh, misal pakai powerbank, atau sebentar-sebentar di-charge, minimal seminggu sekali harus di-charge full cycle sampai penuh," kata Lucky.

Satu siklus kira-kira seperti ini: misalkan kondisi baterai kita hari ini setelah dipakai sisa 50%. Di-charge sampai penuh hingga 100%, kemudian digunakan sampai tersisa lagi 50%, ini dinamai satu siklus.

Keempat, kondisi baterai yang sehat berada di kisaran panas bervariasi antara 0 derajat celcius sampai 35 derajat celcius. Jika meletakkan perangkat di tempat yang panas, misal di bawah sinar matahari terlalu lama sehingga perangkat menjadi sangat panas, ini akan mempengaruhi kinerja dan umur baterai.

Kelima, kebanyakan smartphone sekarang sudah dilengkapi kemampuan untuk menghentikan proses charging secara otomatis jika baterai sudah terisi penuh. Meski demikian, tidak ada salahnya mengikuti saran dari pabrikan agar tidak meletakkan perangkat tersambung terus ke colokan charger, lebih dari 16 jam.



"Kalau kalian sangat concern dengan hal ini, gunakan tambahan timer listrik yang bisa di-set untuk menyala dan mati dalam durasi waktu yang ditentukan. Ini akan lebih baik," tutupnya.

Simak Video "Realme Masuk ke Jajaran 5 Ponsel Ngetop di Indonesia"
[Gambas:Video 20detik]
(rns/fay)