Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network
detikInet
Brand Image Mau Kinclong di Medsos? Ini Tipsnya

Brand Image Mau Kinclong di Medsos? Ini Tipsnya


Penulis: Muhammad Sufyan - detikInet

(ki-ka): Aqsath Rasyid Naradhipa & Ridwan Kamil (dok.pribadi)
Bandung - Semakin banyak data, pastinya semakin memusingkan perusahaan. Namun tidak bagi Aqsast cs di NoLimit, yang justru era keberlimpahan data (big data) sekarang malah jadi peluang bagus. Terlebih, infrastruktur TIK pun kian hari kian oke.

Namun apa prinsip utama yang harus dilakukan agar sebuah merek tetap eksis positif di internet? Berikut kilasannya:

Harus Dilakukan

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Aqsath Rasyid Naradhipa sendiri adalah CEO NoLimit, perusahaan pembuat aplikasi pemrosesan media sosial dan big data yang bermarkas di bilangan Cipedes, Sukajadi, Kota Bandung.

NoLimit kerap dimintai jasa berbagai perusahaan agar lebih eksis di media sosial. Kebanyakan dari mereka meminta dibantu analisis, terutama tentang bagaimana persepsi netizen akan jasa/produk miliknya, termasuk tentang cara bersaing di ranah media sosial. Beberapa meminta cara menaikkkan follower dengan mengacu data sainstifik.

NoLimit semula menyediakan aplikasi tersebut dalam menganalisis percakapan pada media sosial. Perbedaan utamanya dengan yang lain, aplikasi ini sudah bisa mengkategorikan sentimen positif, netral, dan negatif. Termasuk memproses kata-kata alay.

Jadi tentu Aqsath tahu betul bagaimana cara tampil apik di media sosial, khususnya untuk mengangkat citra brand dan perusahaan.

Dijelaskan lulusan Institut Teknologi Bandung ini, pada prinsipnya, pastikan selalu produk/jasa yang kita memiliki berkualitas baik dan memuaskan secara offline.

"Media sosial sebenarnya hanyalah corong, tapi di dunia online. Jika produk baik, maka di media sosial pun akan tercitra baik, tapi jika produk kita buruk maka otomatis tercitra buruk, bahkan bisa memburuk," lanjutnya.

Ingat pula, di era kompetisi sekarang, brand baik di mata netizen adalah lebih cepat, lebih baik, dan lebih murah. Bisa dua di antaranya, bahkan ketiganya.

"Jadi pastikan selalu kita punya di antara hal tersebut, maka pelanggan malah senang hati menyebarkan atau berbicara baik di akun mereka,” lanjut Aqsath.

Pantang dilakukan

Hal yang pantang dilakukan oleh pemilik brand di media sosial adalah inkonsistensi. "Jangan tidak konsisten, hangat-hangat di awal. Jangan melempem melayani. Seluruh elemen bekerja keras menjaga merek, baik di media sosial dan terutama offline-nya," tegas CEO berusia 25 tahun ini.

"Jangan pernah tidak menyapa, apalagi tidak mendengar netizen. Update terus, rangkul mereka dengan bikin kuis, dst,” tutupnya.Β 


*) Penulis, Muhammad Sufyan Abd. merupakan pemerhati bisnis digital dan Dosen Fak. Komunikasi Bisnis Telkom University.

(ash/ash)





Hide Ads