Direktur Jaringan XL Dian Siswarini berharap peningkatan kapasitas jaringan hingga 1,5 kali lipat dari sebelumnya bisa selesai sesuai jadwal.
"Jaringan memang masih belum stabil sejak kami upgrade sebulan yang lalu Mudah-mudahan, September jaringan sudah baik kembali," ujarnya kepada detikINET di Sentani, Jayapura, Papua, Rabu (20/8/208).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara untuk memperluas cakupan, XL yang telah genap mengoperasikan 14.000 unit pemancar Base Transceiver Station (BTS), berencana menambah lagi 1000 unit hingga akhir tahun.
Kata Presiden Direktur XL, Hasnul Suhaimi, fokus utama pembangunan BTS XL kini ada di wilayah Indonesia timur. Khususnya di Maluku, Papua, dan Nusa Tenggara Timur.
"Jadi kalau ada perusahaan jaringan yang bisa membangun menara di daerah itu, akan kami pilih sebagai pemenang. Kalau tidak, terpaksa akan kami bangun sendiri," ujarnya, terkait pengelolaan jaringan XL oleh perusahaan lain.
XL memang berencana melego 7000 menara jaringannya untuk dikelola perusahaan lain. Dari 9 perusahaan yang ikut tender, kata Hasnul, belum ada satupun yang telah dipilih XL sebagai pemenang.
Punya unek-unek seputar operator telekomunikasi tanah air? Sampaikan saja di detikINET Forum.
(rou/ash)