Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Agresivitas Ganda XL di 2008

Agresivitas Ganda XL di 2008


- detikInet

Jakarta - Excelcomindo Pratama (XL) bisa dibilang sangat agresif di 2008 ini. Mulai dari program pemasaran, infrastruktur jaringan layanan, hingga dana anggaran belanja, semuanya dilipatgandakan.

Demi memperkuat infrastruktur jaringan layanannya, XL pun melipat menggandakan dana anggaran belanja menjadi dua kali lipat. Yang tahun lalu US$ 600 juta, sekarang di 2008 ini anggaran pun ditingkatkan menjadi US$ 1,25 miliar.

Direktur Commerce XL, Joy Wahyudi, menuturkan total anggaran tahun ini 80 persennya dialokasikan untuk investasi jaringan layanan, 15 persen untuk pengembangan infrastruktur TI, sedangkan lima persen sisanya untuk keperluan lain semisal dana penunjang pemasaran.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Untuk investasi jaringan, misalnya, kapasitas transceiver receiver TRX kita tingkatkan kemampuannya dua kali lipat," kata Joy usai peluncuran program 'Gratis Nelpon dan SMS Semaunya' di Hard Rock Cafe, Jakarta.

Selain untuk meningkatkan kapasitas layanan, XL juga berupaya memperluas cakupan jaringannya dengan menambah 4000 menara pemancar base transceiver station (BTS) hingga akhir 2008 ini.

"Sampai akhir semester satu ini kita sudah memasang 2000 BTS, jadi tinggal 2000 BTS lagi sampai akhir tahun," imbuh GM Network XL, Fermi Rianto. Saat ini XL telah memiliki BTS sejumlah 13.800 unit. Jadi sampai akhir tahun, diharapkan bisa mencapai 15.800 unit BTS.

Penataan Menara

Lebih lanjut Fermi menjelaskan, secara nasional ada 700-800 gedung yang telah dipasangi BTS in building. Gedung-gedung tersebut meliputi hotel, perkantoran, pusat perbelanjaan, serta apartemen.Β  "Tinggal sekitar 30-40 gedung baru di beberapa kota besar yang masih belum terpasang," tambahnya.

Menurutnya, ada sekitar 20-an gedung yang tidak mau dipasangi BTS. Alasannya karena dianggap mengganggu estetika. "Itu biasanya hotel dan gedung perkantoran. Kalau pusat perbelanjaan pasti mau, karena tempat publik," Fermi menjelaskan.

Terkait masalah penataaan menara telekomunikasi, XL mengaku akan ikut aturan yang ada. Justru, menurut dia, masalah yang muncul ialah izin perpanjangan menara yang tidak diproses. "Kita akui ada sejumlah BTS kita yang belum diperpanjang izinnya. Meski kita sudah ajukan izin, keterlambatan selalu ada di instansi pemerintah daerah," keluhnya.

"Diperpanjang tidak, diiyakan juga tidak. Ini yang memakan waktu. Jadi terkait penataan BTS tanpa izin, kami tidak takut karena tidak ada masalah," Fermi menandaskan. (rou/amz)




Hide Ads