Juru bicara Palapa Ring, Rakhmat Junaidi mengatakan, sebelumnya ketika masih utuh beranggotakan 7 perusahaan, anggaran konsorsium itu mencapai US$ 250 juta. Namun setelah Macca System Infocom mundur maka anggaran menjadi US$ 225 juta lalu ditambah mundurnya Infokom Elektrindo, berarti anggaran yang dialokasikan itu tinggal US$ 210 juta.
"Dengan demikian kalau Powertek (Powertek Utama Internusa) ikutan mndur, dananya akan turun lagi," ujar Rakhmat kepada wartawan ketika ditemui di Wisma Bakrie Jakarta, Kamis (7/8/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dengan hitung-hitungan diatas, maka bisa diperkirakan kalau Powertek mundur, maka sisa anggaran tinggal US$ 180 juta.
Lalu pertanyaan selanjutnya adalah, apakah dengan anggaran tersebut pembangunan proyek yang akan melintasi 35.280 kilometer serat optik bawah laut (submarine cable) dan serat optik bawah tanah (inland cable) 21.708 kilometer di daerah Indonesia timur ini akan lancar-lancar saja?
"Kalau dengan budget segitu cukup, why not? Namun, alternatif lainnya kita bisa mengurangi beberapa session, misalnya jalur laut kita pangkas," tukas Rakhmat
Nambah Urunan
Bisa juga, kemungkinan yang dipilih adalah para anggota konsorsium yang lain menambah jumlah urunannya di proyek ini. Namun untuk alternatif ini, Rakhmat tak bisa memastikan. "Kalau kita telah berkomitmen dari awal sudah sekian (budget-nya), jadi sudah fix, sekarang sudah mengumpulkan 5 persennya," imbuh Rakhmat.
Sementara Dirut Telkom, Rinaldi Firmansyah mengaku belum menimbang penambahan urunan itu. "Kita belum menghitung, tapi kalau potensinya bagus, kemungkinan besar akan kita tambah," tandasnya.
Punya unek-unek seputar para operator di tanah air? Tuangkan saja di detikINET Forum.
(ash/ash)