Hal itu terwujud setelah CDMA Development Group (CDG) menyatakan uji coba Open Market Handset (OMH) yang dilakukannya bersama Bakrie Telecom dan Mobile-8 Telecom, berlangsung sukses.
Executive Director CDG Perry LaForge menjadwalkan, inisiatif open CDMA handset itu akan segera meluncur secara komersial pada 2008 ini juga.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ketersediaan perangkat umum tersebut secara komersial, dinilai LaForge, juga akan mendorong perkembangan CDMA yang pesat di Indonesia. "Dan manfaat supply chain akan meningkat di negara-negara berkembang lainnya di seluruh dunia," tambahnya.
Program OMH ini merupakan bagian dari inisiatif keseluruhan Global Handset Requirements for CDMA (GHRC) CDG yang mengidentifikasikan serangkaian persyaratan umum berdasarkan standar untuk memperoleh perangkat CDMA2000 dalam lingkungan perangkat dan aplikasi terbuka.
OMH memungkinkan informasi konfigurasi operator yang spesifik dan informasi persyaratan pelanggan yang spesifik untuk dipindahkan dari onboard memory handset CDMA menjadi Removable User Identity Module (R-UIM) generasi mendatang atau smartcard.
"Dengan demikian, handset menjadi sebuah perangkat umum yang dapat dijual di pasar terbuka dan digunakan dalam beragam jaringan operator," LaForge menegaskan.
Dalam uji cobanya selama tiga hari, CDG menggunakan OMH-enabled R-UIM smartcard yang disediakan oleh Eastcompeace, Gemalto and Oberthur Card Systems dalam prototipe handset yang dikembangkan oleh Huawei dan ZTE.
OMH disediakan untuk kemampuan data 3G yang canggih di seluruh operator. Fitur-fitur yang diuji coba meliputi SMS, MMS, BREW, WAP/browser, backward compatibility, suara (dengan authentication), CDMA2000 1X packet data (SIP dengan CHAP dan PAP) serta R-UIM-based carrier customization.
Tujuan uji coba OMH ini untuk membuktikan bahwa seluruh pelanggan, layanan dan jaringan penyedia data dapat disimpan dalam OMH-compliant R-UIM smartcard baru daripada disimpan baik dalam kartu maupun handset yang sudah ada.
Solusi yang telah berhasil diujicoba ini memungkinkan OMH-enabled CDMA handset untuk berfungsi sebagai perangkat terbuka untuk aplikasi paket data apapun yang tersedia dalam R-UIM card dan jaringan CDMA apapun karena seluruh pengguna, jaringan dan layanan konfigurasi data disimpan dalam kartu yang dapat dipindahkan.
Uji coba OMH yang dilakukan di Indonesia memverifikasi implementasi OMH untuk perangkat CDMA2000 dan multiple data-enabled R-UIM diantara dua carrier jaringan terpisah, yang masing-masing membutuhkan implementasi jaringan yang spesifik.
Keberhasilan uji coba OMH Indonesia merupakan milestone bagi para operator CDMA yang ingin mengembangkan ragam perangkat dan layanan sekaligus menekan biaya distribusi dan inventaris. Dengan menggunakan OMH-capable R-UIM untuk menyediakan seluruh layanan data, para operator dapat mendukung desain hardware dan software generik yang sama di semua handset.
Original Equipment Manufactur (OEM) juga diklaim memperoleh manfaat karena biaya pembangunan yang lebih rendah, economic of scale yang lebih tinggi, serta pengembangan merek dan kemampuan untuk menjual perangkat di seluruh pasar dan wilayah.
Sementara, pelanggan diklaim memperoleh manfaat dari kemampuan untuk mentransfer identitas mereka dan layanan konfigurasi data menuju sebuah telepon baru pada jaringan yang sama hanya dengan memindahkan OMH-compliant R-UIM card dari telepon lama ke telepon baru.
Mau berdiskusi seputar software? Gabung saja di detikINET Forum! (rou/ash)