Di sisi lain, NTS mengaku siap bekerjasama dengan regulator dan pemerintah jika diminta membuka jaringan terkait audit frekuensi. "Kami siap bekerjasama kok, kalau diminta untuk diaudit," ujar Anita Avianty, Head of Corporate Communications PT Natrindo Telepon Seluler, dalam jumpa pers peluncuran Axis di Hotel Ritz Carlton, Jakarta, Rabu (23/4/2008).
Namun, Anita tidak bisa menjawab pertanyaan mengenai pengambilalihan frekuensi NTS yang ramai dibicarakan DPR dan regulator. "Kami nggak bisa jawab kalau masih 'kalau-kalauan'," ujar Anita.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Presiden Direktur NTS, Erik Aas, mengatakan frekuensi yang dimiliki NTS tidak akan disia-siakan. "Kami berniat untuk menggunakan frekuensi secara lebih efektif. Karena, kami telah meluncurkan layanan di beberapa kota," ujarnya.
Peluncuran Axis di Jakarta untuk kawasan Jabotabek, papar Erik, adalah salah satu wujud keinginan NTS untuk mengutilisasi frekuensi.
Dalam kesempatan itu, Erik juga menolak rumor bahwa NTS akan dibeli oleh PT Excelcomindo Pratama. "Itu tidak benar!" tegasnya.
Anda punya curhat seputar layanan operator telekomunikasi? Yuk, ke detikINET Forum
(wsh/wsh)