Jakarta -
Operator CDMA diperkirakan bakal mati jika perang tarif antaroperator GSM terus bergulir. Jika ini terus berlanjut, diperkirakan akan ada operator CDMA yang merger dengan operator GSM.
Demikian diungkapkan Pengamat Kebijakan Publik Agus Pambagio, ketika berbincang dengan
detikINET via telepon, Selasa (18/3/2008). Operator CDMA yang notabene menonjolkan tarif murah nantinya akan terjepit dan
ngos-ngosan gara-gara perang tarif. Lambat laun, bisa saja ada operator CDMA bisa 'gulung tikar'.
"Perkiraaan saya, dua atau tiga operator GSM dan CDMA bakal ada yang
merger," tandasnya lagi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Agus menilai tidak perlu semua operator menurunkan tarif karena mereka sudah punya pasar tertentu. Dengan adanya perang tarif, pelanggan justru makin sulit berhalo-halo ria dan mengirimkan pesan singkat (SMS) karena jaringan sibuk. Kualitas layanan GSM nantinya akan menjadi 'jelek' seperti CDMA. Di lain sisi, pelanggan tetap membutuhkan kualitas layanan yang bagus.
Pun dengan adanya kebijakan menara bersama, lanjut Agus, belum tentu juga operator mau berbagi.
(dwn/dwn)