Presdir PT Datacraft Indonesia, Bambang Patrap Yakin mengklaim, dengan rampungnya proyek senilai US$ 2,2 juta tersebut maka jaringan XL akan memiliki volume bandwidth yang lebih besar lagi sehingga berpotensi menciptakan layanan baru lebih banyak.
"Pengembangan ini juga untuk memastikan volume trafik yang meningkat tajam oleh pengiriman pesan singkat (SMS) dan layanan lainnya tidak melebihi kapasitas infrastruktur yang ada," jelasnya pada detikINET melalui keterangan tertulis, Senin (18/2/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, lanjutnya, XL juga tengah membangun jaringan serat optik bawah laut yang menghubungkan Sumatra, Jawa, Bali, Lombok, Sumbawa, Sulawesi dan Kalimantan. "Jaringan baru ini akan mendukung ekspansi kami, baik ke pasar retail maupun korporasi," tandas Dian.
Kombinasi antara serat optik dan sirkit sewa (leased line) yang tengah dibangun itu dipersiapkan sebagai tulang punggung layanan seluler, komunikasi data, teleponi internet (VoIP), serta komunikasi lain berbasis 3G yang ditawarkan XL.
Sejak memeroleh lisensi 3G pada 2006 lalu, XL telah menggelar layanan tersebut di 74 wilayah di 20 propinsi Indonesia. Operator yang memiliki hampir 16 juta pelanggan ini juga telah meluncurkan layanan Video Contact Centre sebagai teknologi dukungan pelanggan 3G. (rou/rou)