Anggota Komite BRTI Hery Nugroho menegaskan, sejatinya tarif interkoneksi yang ditetapkan regulator kepada operator tidak tinggi. Demikian pula dengan sebelumnya. Namun, menurutnya, operator saja yang menetapkan tarif retail terlampau tinggi.
"Yang mahal itu tarif retail interkoneksi yang dibebankan operator ke pelanggan. Mereka kasih harga mahal di off-net (interkoneksi ke operator lain-red) buat nombokin tarif on-netekor (panggilan sesama jaringan-red) yang tekor," ungkapnya ketika ditemui di kantor BRTI, Menara Ravindo, Jakarta, Rabu (23/1/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun demikian, Hery bersikeras tarif retail bagi pelanggan sudah seharusnya turun drastis. "Kalau mereka nggak punya malu, ya nggak akan turun. Meskipun begitu, tarif retail akan turun karena kompetisi yang akan memaksa demikian," tandasnya. (rou/wsh)