Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network
detikInet
'Paradigma Tarif Seluler Harus Diubah'

'Paradigma Tarif Seluler Harus Diubah'


- detikInet

Kupang - Paradigma atau pemikiran tentang tarif seluler harus diubah, mengingat dalam penghitungannya, tarif memiliki beragam komponen yang harganya tidak murah.

Direktur Utama Telkomsel Kiskenda Suriahardja, mengibaratkan tarif dasar percakapan suara di industri seluler layaknya air putih yang belum dikemas dalam bentuk menarik.

"Di dalam struktur tarif, ada pemikiran mengenai kemasan produk, bagaimana membawa dan mendistribusikannya. Lalu air itu sendiri bisa memiliki value dengan citarasa yang tinggi bila ditambah sesuatu, misalnya bisa punya citarasa senikmat sirup, coklat, teh, kopi dan sebagainya," paparnya ketika bincang-bincang santai dengan detikINET dan beberapa media lainnya di Kupang, baru-baru ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ada beberapa orang yang masih menilai tarif itu seperti air putih yang polos saja. Kan nggak seperti itu, tarif itu identik dengan value air dari cita rasa dan manfaatannya," tegas Kiskenda.

Sementara, Presiden Direktur Excelcomindo Pratama (XL) Hasnul Suhaimi mengatakan, percakapan suara masih akan mendominasi pendapatan operator seluler.

Bagi XL sendiri, pendapatan dari sektor layanan suara tersebut memberikan kontribusi sekitar 70% lebih, di mana jumlah pemakaian masih digenjot oleh trafik sesama pengguna jaringan XL. Persentase yang sama juga dialami Telkomsel.

Dalam menawarkan tarifnya, menurut Hasnul, XL telah menurunkan tarif hingga 96% dari tarif sebelumnya. Penurunan tarif tersebut, ujarnya, berlaku sejak XL menawarkan program tarif per detik untuk layanan prabayar dan pascabayar-nya.

"Kalau mau tarif lebih turun lagi, pemerintah dan regulator seharusnya menurunkan juga beban biaya hak penggunaan (BHP - Red.) frekuensi untuk seluler hingga setara BHP frekuensi telepon lokal," ujarnya.

"Ya, tidak harus sama banget, tapi setidaknya ada penurunan. Karena sekarang perang tarif antara telepon tetap lokal nirkabel dan seluler tidak jauh berbeda," pungkasnya.

(rou/dbu)







Hide Ads