Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Dukung Potensi Bali
Indosat Ujicoba Internet StarOne 100 Jam Online Nonstop
Dukung Potensi Bali

Indosat Ujicoba Internet StarOne 100 Jam Online Nonstop


- detikInet

Denpasar - Bali, yang sebagian dari penduduknya hidup dari sektor pariwisata, terus melakukan proses pemulihan pasca ledakan bom teroris beberapa tahun silam. Meskipun belakangan turis mancanegara sudah kembali memadati sejumlah titik wisata di pulau Dewata tersebut, masih ada 'sesuatu' yang hilang.

"Jumlah tamu (wisatawan) dari luar negeri belum seramai dulu (sebelum adanya ledakan bom) Sekarang para tamu (wisatawan) memang kebanyakan dari domestik," papar Made Sudarna, seorang sopir taksi yang biasa mangkal di pusat kota Denpasar.

Menurutnya, kini di sejumlah titik keramaian penjagaan sangat ketat, baik oleh polisi maupun pihak keamanan tradisional kampung adat yang disebut dengan pecalang. "Dulu mau kemana-mana bebas, tidak ada rasa was-was dan aman-aman saja," kenangnya dengan mata menerawang jauh.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sektor lain yang tak ayal terdampak pula dari penurunan jumlah wisatawan adalah sektor usaha kecil dan menengah (UKM) pengrajin. Wajar saja, para pengrajin tersebut sedikit banyak kehilangan sejumlah wisatawan 'walking buyers' potensial yang berkunjung ke toko atau bengkel mereka selama ini.

Potensi walking buyers tersebut tidaklah bisa dianggap remeh. Sebab, tidak semua dari mereka adalah pembeli individu atau retail. Ada pula mereka yang menyambangi sejumlah pengrajin sebenarnya mewakili institusi bisnis tertentu yang sedang menjajagi kemungkinan kerjasama dalam partai besar.


Browsing Buyers

Sejumlah strategi proaktif tentu dapat menjadi solusi atas permasalahan di atas. Salah satunya adalah dengan menyediakan informasi awal yang dibutuhkan oleh walking buyers tersebut. Sudah jamak, dulunya perlu ada prosesi kunjungan fisik face-to-face untuk mematut dan memetakan sejumlah hasil industri kerajinan tangan sebagai tahap per-ordering.

Dengan Internet, hal tersebut sudah bisa diminimalisir. Walking buyers kini tak lagi dilakukan secara harafiah. Walking pun lebih menjadi browsing, sehingga lahirlah browsing buyers. Barulah kemudian pada tahap finalisasi seperti kontrol kualitas dan persiapan pengiriman, pembeli akan bertemu muka langsung dengan pengrajin. Hemat, efektif dan efisien.

Tentu saja keberadaan informasi dalam bentuk digital yang mudah diakses melalui Internet oleh calon pembeli potensial, atau kita sebut saja e-katalog, adalah mutlak. Tetapi janganlah terburu bicara e-katalog, tanpa memikirkan ketersediaan infrastruktur Internet yang terjangkau dalam konteks biaya yang harus ditanggung penggunanya.

Dengan biaya Internet yang murah, tentu saja dibarengi dengan reliabilitas yang memadai, maka proses pembaharuan e-katalog, e-korespondensi hingga masuk pada pembangunan dan pengelolaan e-marketplace bukanlah hal yang tak mungkin dilakukan.


100 Jam

Dalam bincang santainya dengan detikINET, harian Kompas dan majalah Selular di Jimbaran, Jumat malam (22/12/2007), Arif Junaedi, Kepala Kantor Indosat cabang Denpasar berharap masyarakat Bali, terutama sektor industri UKM dan rumah tangga, bisa makin terpicu dan terpacu dalam memulihkan diri sekaligus mengembangkan potensi yang dimilikinya.

Jurus yang ditawarkannya adalah dengan kemudahan dalam mengakses dan menggali informasi global dengan biaya yang terjangkau. "Ketika aksesibilitas dan mobilitas menjadi tuntutan utama atas ketersediaan infrastruktur Internet dengan biaya terjangkau, maka salah satu alternatif yang dapat digunakan adalah StarOne," ujarnya berpromosi.

Produk fixed-wireless besutan Indosat tersebut dijanjikannya dapat melayani akses Internet tanpa kabel dengan kecepatan hingga 153,6 Kbps dalam cakupan areanya. Untuk menguji kehandalannya, sejak Jumat (21/12/2007) siang hingga Selasa sore (25/12/2007), diberlangsungkan program 'Akses Internet StarOne 100 Jam Nonstop' di Galeri Indosat Teuku Umar, Denpasar.

Dalam program tersebut, sejumlah notebook akan terhubung dengan Internet tanpa henti melalui ponsel ataupun datacard standar yang berisikan kartu StarOne. Proses ping ke alamat situs tersebut dijalankan sebagai proses latar-belakang (background process) untuk membantu proses pemantauan kehandalan koneksi tersebut.


Kecepatan Akses

Menurut penuturan Arif, program tersebut ditujukan untuk membuktikan kualitas layanan StarOne, khususnya untuk akses Internet. "Meskipun memang tidak secepat (layanan Internet melalui) 3,5G yang juga disediakan oleh Indosat, layanan Internet melalui jaringan CDMA StarOne ini cukup berkualitas," ujarnya.

Ketika melakukan ujicoba menggunakan notebook berkeliling menggunakan mobil di wilayah Denpasar hingga Sanur, besaran bandwidth yang diperoleh bisa mencapai hingga 107,6 kbps. Meskipun demikian di sejumlah ruas jalan tertentu, bandwidth tersebut hanya dapat terlayani pada kisaran 37,8 kbps.

Tentu saja besar-kecilnya bandwith yang diterima oleh pengguna StarOne tersebut tergantung pada densitas penggunaan layanan StarOne, baik untuk suara maupun data, pada area yang sama. Selain itu faktor proksimitas atau kedekatan pada menara BTS juga memiliki pengaruh yang signifikan.

Sehingga semakin dekat posisi pengguna layanan data StarOne pada menara BTS StarOne - Indosat, ditambah dengan semakin kecil densitas penggunanya (semakin sedikit pengguna layanan StarOne di daerah cakupan BTS tersebut), maka akan semakin lapang pula bandwidth yang dapat dinikmati.

Adapun untuk fleksibilitas dalam memilih layanan Internet, StarOne memiliki dua paket bulanan. Pertama yaitu paket 350 MB yang dibandrol dengan harga Rp 49.000 per bulan, dan kedua adalah paket 1 GB yang mengenakan tarif Rp 99.000 per bulan. Untuk setiap 1 MB kelebihan pemakaian, pengguna akan dikenakan tambahan biaya Rp 300.

Pemilihan model 'volume based' ketimbang 'time based' untuk paket Internet StarOne tersebut diklaim akan lebih menguntungkan pengguna. Sebab, menurut Arif, waktu untuk membaca informasi yang tersedia di Internet cenderung lebih lama ketimbang proses mendownload-nya. "Jadi pengguna bisa tetap online terus tanpa kuatir terkena biaya tambahan, ketika sedang membaca-baca informasi yang ada di Internet," jelasnya seraya menyontohkan.

Saat ini, sekitar 70 persen pengguna StarOne di Bali, papar Arif, menggunakan layanan telekomunikasi tersebut lebih banyak untuk kepentingan mengakses data. Hal tersebut ditengarai lantaran kondisi Bali yang memang banyak bersinggungan dengan dunia luar. " Misalnya dengan banyaknya ekspatriat di Bali Mereka tentu sudah lebih dahulu terbiasa dan butuh dengan Internet. Selain itu kebutuhan akses Internet di masyarakat Bali sendiri terus tumbuh signifikan," ujarnya menandaskan. (dbu/dbu)







Hide Ads
LIVE