×
Ad

Pendanaan Startup Anjlok 94,8%, NextDev Telkomsel Kini Fokus Genjot AI

Agus Tri Haryanto - detikInet
Kamis, 08 Okt 2026 20:34 WIB
Foto: Virgina Maulita Putri/detikINET
Jakarta -

Fenomena tech winter masih menjadi tantangan bagi perusahaan rintisan digital. Di tengah penurunan pendanaan startup, Telkomsel memilih melanjutkan program NextDev dengan fokus memperkuat kemampuan founder agar bisnis tetap bisa bertahan dan berkembang.

Manager CSR Education and Public Community Development Telkomsel, Gumilar Henda Nugraha Ali, mengatakan NextDev memasuki tahun ke-12 dengan fokus membentuk market-ready founders. Para founder tidak hanya diarahkan mengejar pendanaan, tetapi juga membangun fundamental bisnis yang mampu bertahan dalam kondisi pasar yang menantang.

"Fokusnya adalah founders, bagaimana kemudian kita melakukan penguatan terhadap para founders dari digital business para technopreneurs yang ada di Indonesia," kata Gumilar ditemui di Jakarta, Kamis (8/10/2026).

Ia menyinggung kondisi pendanaan startup yang mengalami penurunan tajam. Berdasarkan data yang digunakannya, pendanaan bisnis digital di Indonesia sepanjang 2021-2025 turun sekitar 94%.

Situasi tersebut membuat kemampuan startup untuk bertahan tidak bisa hanya mengandalkan suntikan modal. Menurut Gumilar, NextDev ingin membantu founder membangun sumber pendapatan baru sehingga bisnis tetap dapat berjalan sekaligus menghasilkan dampak.

"Bagaimana kemudian teman-teman founders ini kita lakukan penguatan-penguatan melalui rangkaian kegiatan yang ada di NextDev itu sendiri, sehingga dengan angka decline ini, tetap mereka bisa sustain dengan tetap melahirkan stream-stream revenue yang baru," tuturnya.

Selain tekanan pendanaan, Telkomsel melihat perubahan pola dalam membangun startup digital, salah satunya meningkatnya fenomena solo founder. Gumilar menyebut data yang dirujuk Telkomsel menunjukkan pertumbuhan solo founder di Indonesia berada di kisaran 24%. Kondisi ini membuat kebutuhan terhadap kemampuan seorang founder ikut berubah.

Jika sebelumnya pengembangan produk digital kerap dibangun dengan beberapa peran seperti hacker, hustler, dan hipster, kini seorang founder dituntut memiliki kemampuan yang lebih luas untuk menjalankan bisnisnya.

"Kenapa NextDev hadir di tahun ke-12 ini, untuk memperkuat founders itu sendiri, sehingga memang bisa memberikan impact yang lebih, kemudian dalam segi pengembangan bisnis dan lain sebagainya," katanya.

NextDev tahun ini juga mengusung tema AI-Powered Innovations. Fokus tersebut dipilih karena adopsi dan pendanaan AI di Indonesia dinilai masih relatif rendah dibandingkan kawasan Asia Tenggara.

Gumilar menyebut Indonesia baru mendapatkan sekitar 4% pendanaan AI di Asia Tenggara. Karena itu, AI dimasukkan ke dalam kurikulum NextDev untuk membantu para founder mengeksplorasi teknologi tersebut dalam pengembangan bisnis digital mereka.

Melalui NextDev, Telkomsel berharap technopreneur tidak hanya mampu menghasilkan produk digital, tetapi juga memiliki fundamental bisnis dan sumber pendapatan yang cukup kuat untuk melewati kondisi pasar yang penuh tekanan.

"Bagaimana digital business yang dibuat oleh para founders ini bisa kemudian kita lakukan penguatan-penguatan melalui kurikulum yang ada dengan tematik AI itu sendiri," ucapnya.



Simak Video "NGOPI x Telkomsel 5G : Powered by AI: Dekatnya Nyata, Pintarnya Terasa"

(agt/fay)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork