Program inkubasi technopreneur Telkomsel, NextDev, memasuki tahun ke-12. Di tengah cepatnya perubahan teknologi dan naik-turunnya industri startup, program ini tetap dipertahankan sampai saat ini dan Telkomsel mengungkapkan alasan umur panjang NextDev.
GM Corporate Social Responsibility Telkomsel, Andry P. Santoso, mengatakan keberlanjutan NextDev selama lebih dari satu dekade tidak terlepas dari evaluasi terhadap dampak program.
Telkomsel secara rutin meminta masukan dari pelaku atau penerima manfaat program melalui pihak ketiga. Evaluasi tersebut digunakan untuk mengetahui manfaat yang benar-benar dirasakan peserta setelah mengikuti NextDev.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita selalu rutin ingin tanya feedback terhadap pelaku atau penerima manfaat ini melalui program, kita lewat konsultan, jadi ada pihak ketiga yang menanyakan langsung ke mereka bagaimana impact yang mereka dapatkan selama mengikuti program Telkomsel, salah satunya NextDev ini," ujar Andry ditemui awak media di Jakarta, Kamis (8/10/2026).
Evaluasi tersebut menjadi salah satu dasar Telkomsel dalam menentukan apakah program masih relevan dengan kebutuhan technopreneur.
Pada kesempatan yang sama, Manager CSR Education and Public Community Development Telkomsel, Gumilar Henda Nugraha Ali, mengatakan perjalanan NextDev yang telah melewati satu dekade membuat program tersebut terus mengalami penyesuaian.
Disampaikannya bahwa fokus NextDev kini bukan sekadar menginkubasi perusahaan digital, tetapi memperkuat founder agar lebih siap menghadapi persaingan bisnis digital.
"Di tahun ini sebetulnya kita pengen membentuk market-ready founders untuk kemudian bisa bersaing di era digital," kata Gumilar.
Perubahan juga dilakukan pada materi dan pendekatan program. Tahun ini, misalnya, NextDev mengangkat tema AI-Powered Innovations seiring semakin besarnya peran artificial intelligence dalam bisnis digital.
GM Corporate Communications Telkomsel Isti Ayu Sofiyanti mengatakan evaluasi dilakukan terhadap berbagai faktor, baik dari sisi internal maupun eksternal. Kurikulum dan teknologi yang digunakan juga terus diperbarui mengikuti perkembangan.
Ia mengatakan keberlanjutan NextDev menjadi bagian dari upaya Telkomsel untuk memastikan program tersebut tetap memberikan dampak bagi masyarakat. Dengan pendekatan tersebut, NextDev tidak hanya mempertahankan format lama selama 12 tahun, tetapi terus mengubah fokusnya mengikuti kebutuhan technopreneur dan perkembangan industri digital.
"Kita ingin mengevaluasi, terus inklusivitas terus juga kita gaungkan," pungkas Isti.
