Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Serangan Drone Rusia Sasar Data Center dan Jaringan Internet di Ukraina

Serangan Drone Rusia Sasar Data Center dan Jaringan Internet di Ukraina


Anggoro Suryo Jati - detikInet

Firefighters work at the site of a shopping mall hit by an overnight Russian drone strike, amid Russias attack on Ukraine, in Zaporizhzhia, Ukraine September 21, 2026. REUTERS/Stringer
Bangunan mall di Ukraina terbakar setelah terkena serangan drone Rusia. Foto: REUTERS/Stringer
Jakarta -

Rusia dilaporkan memperluas jangkauan serangannya di Ukraina dengan menargetkan data center dan penyedia jasa internet di ibu kota Kyiv.

Serangan drone yang menghantam fasilitas bisnis milik perusahaan telekomunikasi Datagroup pada Jumat (25/9) menewaskan empat orang dan merusak infrastruktur digital, memperlihatkan tren baru di mana pusat data kini menjadi sasaran empuk dalam konflik militer global.

Dampak Serangan dan Keamanan Data

Serangan yang melanda distrik Solomianskyi di Kyiv tersebut berdampak langsung pada stabilitas layanan komunikasi dan infrastruktur digital setempat:

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

  • Layanan Dialihkan ke Situs Cadangan: Datagroup mengonfirmasi bahwa tidak ada karyawannya yang menjadi korban jiwa dan data pelanggan dipastikan tetap aman. Operasional sistem langsung dialihkan ke situs cadangan untuk menjaga kelangsungan layanan.
  • Ratusan Ribu Pengguna Terdampak: Kementerian Transformasi Digital Ukraina melaporkan serangan berturut-turut yang menghantam infrastruktur penyedia jaringan seperti Kyivstar, United DC, New Telco, Pavutyna, hingga UTELS menyebabkan sekitar 100.000 rumah tangga di wilayah Kyiv mengalami gangguan koneksi internet.
  • Lumpuhkan Peringatan Serangan Udara: Menteri Luar Negeri Ukraina, Andrii Sybiha, mengungkapkan bahwa terganggunya jaringan internet berdampak krusial pada akses aplikasi peringatan dini serangan udara seluler, sistem pembayaran perbankan digital, hingga layanan publik pemerintah.

ADVERTISEMENT

Tudingan Intelijen Militer dan Reaksi Zelensky

Kementerian Pertahanan Rusia secara terbuka mengakui serangan tersebut dan mengklaim bahwa data center yang menjadi sasaran berfungsi memproses serta mentransmisikan data intelijen bagi angkatan bersenjata Ukraina.

Menanggapi hal itu, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengecam keras aksi Moskow yang dinilainya sengaja memperluas eskalasi ke ranah sipil dan bisnis.

"Bisnis Amerika dan asing, pusat data, penyedia internet--bagi Rusia, seluruh kehidupan normal adalah sasaran. Sangat penting bagi dunia untuk merespons hal ini," tegas Zelensky.

Tren Global: Data Center Jadi Sasaran Perang

Kerusakan fisik akibat serangan militer mendorong banyak perusahaan di Ukraina mulai memindahkan (migrasi) data sensitif mereka ke server di luar negeri guna menjamin kelangsungan bisnis digital.

Ancaman fisik terhadap infrastruktur cloud dan data center kini menjadi tren mengkhawatirkan dalam peperangan modern. Sebelumnya pada pertengahan 2026, serangan rudal Iran terhadap fasilitas Amazon Web Services (AWS) di Bahrain dan Uni Emirat Arab juga menyebabkan kerusakan permanen pada pusat data serta mengancam fasilitas AI Stargate di Abu Dhabi, demikian dikutip detikINET dari Techspot, Selasa (29/9/2026).



(asj/asj)




Hide Ads