Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Seberapa Cepat Telkomsel 5G Sekarang? Ini Perkembangan Terbarunya

Seberapa Cepat Telkomsel 5G Sekarang? Ini Perkembangan Terbarunya


Agus Tri Haryanto - detikInet

Telkomsel 5G
Suasana mengukur kecepatan 5G di IKN (Foto: Telkomsel)
Daftar Isi
Jakarta -

Ringkasan:

Telkomsel 5G menawarkan kecepatan yang semakin tinggi seiring perluasan jaringan, pertumbuhan pengguna, dan tambahan spektrum 100 MHz. Kecepatan 5G bervariasi berdasarkan laporan Opensignal, perbedaan performa antarwilayah, kapasitas jaringan, serta faktor yang memengaruhi kecepatan. Konsistensi jaringan menjadi faktor penting selain kecepatan maksimal.

Kecepatan internet 5G Telkomsel kini berada pada fase yang berbeda dibandingkan ketika layanan generasi kelima tersebut pertama kali digelar secara komersial pada pertengahan Mei 2021.

Berbagai faktor yang mempengaruhi koneksi jaringan generasi kelima ini, seperti jumlah pengguna dan cakupan jaringan bertambah, performa 5G kali ini tidak lagi sebatas angka kecepatan maksimum secara teori, tetapi juga dari pengalaman nyata pengguna ketika mengakses internet.

Salah satu pengukuran terbaru datang dari laporan Opensignal bertajuk Indonesia Mobile Network Experience Report edisi Desember 2025, Telkomsel mencatat 5G Download Speed sebesar 76,7 Mbps. Angka ini merupakan rata-rata kecepatan download yang dialami pengguna Opensignal ketika berada di jaringan 5G Telkomsel.

Jika dibandingkan laporan periode sebelumnya, angka tersebut meningkat hampir 11 Mbps. Hal itu membuat, operator seluler ini juga menjadi operator dengan skor 5G Download Speed tertinggi dalam laporan tersebut, mengungguli XL yang berada di 48,2 Mbps dan IM3 sebesar 43,3 Mbps saat itu.

Namun, angka 76,7 Mbps tersebut bukan batas maksimal jaringan 5G Telkomsel. Di situs resminya, Telkomsel masih mencantumkan kemampuan 5G secara teori hingga 750 Mbps untuk layanan mobile.

Bahkan, provider anak usaha Telkom ini menyebutkan rata-rata pengalaman download yang dirasakan pengguna dapat berada pada kisaran 100-250 Mbps, tergantung kualitas sinyal, kemampuan perangkat 5G, dan kepadatan pelanggan 5G di lokasi tersebut.

Perbedaan antara angka teori, rata-rata pengalaman yang disebut Telkomsel, dan hasil pengukuran Opensignal tersebut menunjukkan bahwa kecepatan internet seluler memang tidak bisa direpresentasikan hanya dengan satu angka.

Dalam penggunaan sehari-hari, pelanggan berbagi kapasitas jaringan dengan pengguna lain yang berada di area yang sama. Semakin padat trafik pada suatu lokasi, semakin besar pula kapasitas radio yang harus dibagi di antara pengguna.

Telkomsel sendiri secara eksplisit memasukkan kepadatan pelanggan 5G di lokasi sebagai salah satu faktor yang memengaruhi pengalaman download. Itu artinya, smartphone yang sama bisa mendapatkan hasil berbeda ketika digunakan di dua lokasi atau pada dua waktu yang berbeda.

Pengguna Bertambah, Beban Jaringan Ikut Berubah

Pertumbuhan pengguna menjadi salah satu faktor penting dalam melihat performa 5G Telkomsel. Hal ini berbeda dengan pertama kali komersialisasi 5G lima tahun yang lalu dengan sekarang.

Pada Agustus 2024, data dari Telkomsel mengungkapkan terdapat sekitar 11,5 juta pengguna perangkat 5G di jaringannya secara nasional. Ketika itu, 22% dari pengguna perangkat 5G tersebut berada di Bali. Telkomsel juga menjelaskan penguatan 5G di Bali diprioritaskan di wilayah seperti Denpasar dan Badung dengan mempertimbangkan jumlah pengguna 5G.

Data tersebut menunjukkan bahwa pembangunan 5G tidak hanya mengikuti luas wilayah, tetapi juga mengikuti konsentrasi pengguna dan kebutuhan trafik.

Semakin banyak perangkat 5G yang aktif di suatu kawasan, operator harus menyediakan kapasitas yang lebih besar agar pengalaman pengguna tetap terjaga. Karena itu, perkembangan jumlah pengguna menjadi bagian penting dalam membaca angka kecepatan 5G.

Di sinilah perbedaan antara kecepatan puncak dan pengalaman jaringan menjadi penting. Kecepatan puncak dapat dicapai dalam kondisi jaringan yang sangat ideal, sementara pengalaman pengguna menggambarkan kondisi yang lebih dekat dengan penggunaan sehari-hari.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

5G Telkomsel Makin Luas

Di sisi infrastruktur, jaringan 5G Telkomsel semakin bertambah. Tercatat di bulan Mei 2026, Telkomsel mengklaim telah memiliki lebih dari 6.380 BTS 5G yang tersebar di lebih dari 107 kota dan kabupaten di Indonesia.

Perluasan lokasi 5G ini membuat jaringan internet cepat itu tidak lagi hanya berfokus pada titik-titik awal komersialisasi, tetapi mulai dibangun untuk mencakup lebih banyak kawasan. Hal ini sejalan dengan slogan mereka 'Dekatnya Nyata, Pintarnya Terasa'.

Pertumbuhan jumlah BTS membawa dua konsekuensi sekaligus. Di satu sisi, semakin banyak lokasi yang dapat menikmati 5G. Di sisi lain, operator harus memastikan kapasitas jaringan di lokasi tersebut mampu mengikuti pertumbuhan trafik.

Artinya, memperluas 5G bukan sekadar menambah jumlah BTS. Operator juga perlu menambah kapasitas, mengoptimalkan spektrum, dan menyesuaikan jaringan dengan pola penggunaan pelanggan.

ADVERTISEMENT

Tambahan 100 MHz Jadi Modal Genjot 5G

Kabar baiknya, Telkomsel mendapatkan tambahan spektrum frekuensi dari lelang yang digelar Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) di pita 700 MHz dan 2,6 GHz. Total, Telkomsel mendapatkan sokongan 100 MHz di kedua pita tersebut yang bakal dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas layanan internet 4G dan 5G.

Telkomsel mendapatkan tambahan 100 MHz spektrum, terdiri dari 2x10 MHz pada pita 700 MHz dan 80 MHz pada pita 2,6 GHz. Telkomsel menyebut kombinasi kedua pita tersebut akan memperkuat keseimbangan antara jangkauan dan kapasitas jaringan.

Pita 700 MHz memiliki karakteristik low-band yang lebih cocok untuk memperkuat jangkauan. Sementara 2,6 GHz merupakan mid-band yang memberikan tambahan kapasitas untuk menampung trafik data.

Tambahan spektrum ini menjadi semakin penting ketika jumlah pengguna 5G dan konsumsi data terus meningkat. Kapasitas tambahan memberikan ruang bagi operator untuk melayani lebih banyak pengguna tanpa harus membiarkan kepadatan trafik menggerus pengalaman jaringan secara signifikan.

Bagaimana Kecepatan 5G Telkomsel Sekarang?

Jika menggunakan data pengalaman pengguna dari Opensignal pada Desember 2025, 5G Telkomsel mencatat 76,7 Mbps untuk kecepatan download. Di sisi upload, Telkomsel mencatat 24,4 Mbps.

Menariknya, pengalaman 5G Telkomsel juga berbeda-beda antarwilayah. Dalam laporan Opensignal yang sama mengungkapkan, misalnya, 5G Download Speed Telkomsel mencapai 82,5 Mbps di Jakarta, 81,9 Mbps di Jawa Barat, 79,3 Mbps di Jawa Timur, 82,4 Mbps di Banten, dan 62,8 Mbps di Jawa Tengah. Sementara di Yogyakarta tercatat 48,9 Mbps.

Perbedaan ini memperlihatkan bahwa lokasi tetap menjadi faktor penting. Ketersediaan spektrum, kapasitas site, kondisi radio, perangkat pengguna, serta kepadatan trafik dapat membuat pengalaman 5G berbeda dari satu wilayah ke wilayah lainnya.

Kecepatan Bisa Naik, Tapi Konsistensi Lebih Penting

Bagi pengguna, angka download tinggi memang menarik. Namun, pengalaman menggunakan 5G tidak hanya ditentukan oleh seberapa cepat sebuah file dapat diunduh.

Opensignal juga mengukur berbagai aspek pengalaman jaringan. Dalam laporan Desember 2025, Telkomsel memimpin 5G Video Experience dengan skor 74,4, 5G Games Experience dengan 88,9, serta 5G Upload Speed sebesar 24,4 Mbps. Telkomsel juga memenangkan 5G Availability dengan skor 19%.

Telkomsel kemudian mengumumkan pada Maret 2026 bahwa perusahaan meraih 11 penghargaan Opensignal berdasarkan analisis pengalaman nyata jutaan pengguna. Pengukuran tersebut mencakup kecepatan, kualitas video dan gaming, cakupan, availability, serta konsistensi jaringan 4G dan 5G.

Dengan kondisi tersebut, perkembangan 5G Telkomsel sekarang lebih tepat dilihat sebagai upaya menjaga keseimbangan antara kecepatan, kapasitas, cakupan dan konsistensi.

Sebab, jaringan yang mampu mencapai kecepatan tinggi di satu titik belum tentu memberikan pengalaman yang sama ketika jumlah pengguna meningkat atau ketika trafik sedang padat.



(agt/fay)




Hide Ads