Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Internet BAKTI Jadi Andalan Warga Perbatasan, Trafik Tembus 100 Mbps

Internet BAKTI Jadi Andalan Warga Perbatasan, Trafik Tembus 100 Mbps


Fino Yurio Kristo - detikInet

Darien Aldiano
Pelaksana Tugas Direktur Infrastruktur BAKTI Komdigi Darien Aldiano. Foto: Fyk/detikinet
Maratua -

Tingginya penggunaan layanan internet yang disediakan Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menjadi bukti bahwa konektivitas digital telah menjadi kebutuhan masyarakat di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T).

Pelaksana Tugas Direktur Infrastruktur BAKTI Komdigi Darien Aldiano mengungkapkan, pemanfaatan layanan akses internet di sejumlah titik layanan di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, menunjukkan tren positif. Itu terlihat khususnya di Pulau Maratua di mana BAKTI telah membangun beberapa titik akses internet.

"Di lokasi Pos TNI AL Pulau Maratua itu penggunaan layanan akses internetnya sudah tinggi. Terlihat sampai di titik puncak 100 Mbps di bulan Mei atau satu bulan terakhir," kata Darien ke awak media di Pulau Maratua, Kamis (11/6).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Darien, capaian tersebut cukup istimewa karena layanan disalurkan melalui satelit, bukan jaringan serat optik seperti yang umum digunakan di kawasan perkotaan.

"Karena untuk koneksi satelit sampai 100 Mbps itu pencapaian yang sangat baik. Kalau optik 100 Mbps itu hal biasa karena menggunakan kabel fisik, sedangkan satelit ini tidak ada kabel fisik melainkan gelombang frekuensi, tapi bisa mencapai 100 Mbps," paparnya.

ADVERTISEMENT

Selain Pos TNI AL Pulau Maratua, tingkat penggunaan yang tinggi juga tercatat di Kantor Kepala Kampung Payung-Payung dan SDN 001 Payung-Payung di Pulau Maratua. Di kantor kampung, trafik internet sempat mencapai sekitar 50 Mbps, sedangkan di sekolah mencapai hampir 40 Mbps.

Darien menilai tingginya trafik tersebut menunjukkan bahwa kehadiran internet di wilayah 3T benar-benar dimanfaatkan masyarakat untuk berbagai kebutuhan, mulai dari pendidikan, pelayanan publik, hingga akses informasi.

Selain dari sisi trafik, manfaat layanan juga terlihat dari jumlah pengguna yang mengakses jaringan internet BAKTI. Data BAKTI menunjukkan, SDN 001 Payung-Payung mencatat sebanyak 502 pengguna, sementara Kantor Kepala Kampung Payung-Payung digunakan oleh 339 pengguna dan Pos TNI AL Pulau Maratua oleh 368 pengguna.

"Dapat disimpulkan memang layanan akses internet yang disediakan oleh BAKTI ini sangat bermanfaat, terlihat dari tingkat mobilitas dan utilisasinya yang tinggi," kata Darien.

Ia menambahkan, seluruh layanan akses internet tersebut ditopang oleh Satelit Republik Indonesia atau SATRIA-1, satelit multifungsi milik pemerintah yang masih merupakan salah satu satelit terbesar di Asia.

Menurut Darien, keberhasilan menghadirkan konektivitas hingga ke pulau-pulau terluar menjadi bukti bahwa SATRIA-1 mampu menjembatani tantangan geografis Indonesia.

"Kita cukup bangga di mana negara kita dengan segala tantangan geografisnya, punya satelit yang betul-betul milik pemerintah dan dioperasikan langsung oleh SDM-SDM lokal Indonesia di 11 gateway, serta bisa memberikan layanan sampai dengan 100 Mbps di satu titik," ujarnya.




(fyk/fyk)
TAGS




Hide Ads